Pemuda Lebak Didorong Jadi Motor Perubahan, Ketum HMI: Kritik Saja Tidak Cukup, Harus Punya Solusi

Yayat - JuaraMedia
11 Mar 2026 01:58
Mahasiswa 0 18
2 menit membaca

Caption Anan Al Juhad, Ketum HMI Lebak : Kritik Saja Tidak Cukup, Harus Punya Solusi

JUARAMEDIA, LEBAK – Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Lebak, Anan Al Jihad, mendorong pemuda di Kabupaten Lebak untuk mengambil peran lebih besar dalam mendorong perubahan daerah.

Ia menegaskan, pemuda tidak cukup hanya menyampaikan kritik terhadap berbagai persoalan pembangunan, tetapi juga harus mampu menghadirkan gagasan serta solusi nyata bagi kemajuan Lebak.

Menurut Anan, pemuda memiliki tanggung jawab moral dan intelektual untuk terus mengawal jalannya pembangunan di daerah.

Ia menilai Kabupaten Lebak yang memiliki kekayaan sumber daya alam seharusnya mampu memberikan kesejahteraan yang lebih merata bagi masyarakat apabila dikelola secara optimal dan bertanggung jawab.

“Pemuda tidak boleh hanya menjadi penonton. Kita harus hadir membawa konsep, menyampaikan kritik yang konstruktif, serta mendorong solusi nyata bagi berbagai persoalan daerah,” ujar Anan, Rabu (11/3/2026).

Ia menjelaskan bahwa kritik yang disampaikan mahasiswa dan pemuda bukanlah bentuk perlawanan tanpa arah, melainkan bagian dari kontrol sosial yang penting dalam memperbaiki tata kelola pemerintahan serta pembangunan di daerah.

Anan juga menyoroti peran masyarakat sebagai wajib pajak yang telah menjalankan kewajibannya kepada negara.

Menurutnya, hal tersebut seharusnya menjadi dasar bagi pemerintah untuk hadir memberikan pelayanan serta solusi terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.

“Memang benar kita membayar pajak agar negara dan pemerintah hadir memberikan pelayanan serta solusi bagi masyarakat. Namun mahasiswa sebagai kaum intelektual harus memiliki pembeda,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa mahasiswa tidak cukup hanya berhenti pada kritik semata. Dengan bekal intelektual yang dimiliki, mahasiswa harus mampu menciptakan konsep, gagasan, serta menawarkan solusi konkret terhadap berbagai persoalan yang terjadi di tengah masyarakat.

Lebih lanjut, Anan menekankan bahwa gerakan pemuda harus berjalan secara berkelanjutan. Kritik yang disampaikan harus dilandasi data dan kajian yang kuat, kemudian dilanjutkan dengan rumusan solusi yang dapat ditawarkan kepada pemerintah maupun masyarakat.

“Gerakan pemuda harus memiliki arah yang jelas. Kritik harus dilandasi data dan kajian, lalu dilanjutkan dengan rumusan solusi yang bisa ditawarkan,” tambahnya.

Ia juga mengajak seluruh kader HMI serta elemen pemuda di Kabupaten Lebak untuk memperkuat tradisi intelektual melalui diskusi, kajian, dan advokasi terhadap berbagai persoalan daerah.

Menurutnya, sejumlah isu strategis yang perlu mendapat perhatian serius antara lain ketimpangan pembangunan, pengelolaan sumber daya alam, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Dengan semangat tersebut, Anan berharap pemuda di Kabupaten Lebak dapat menjadi motor penggerak perubahan dengan menghadirkan gagasan segar, kritik yang membangun, serta solusi yang mampu mendorong kemajuan daerah secara berkelanjutan. (*)

 

Yayat - JuaraMedia
Author: Yayat - JuaraMedia

Pemimpin redaksi