Warga Pasirkupa  Perbaiki Jalan Pakai Uang Pribadi, Potret Buruk Infrastruktur Desa di Lebak

Yayat - JuaraMedia
15 Feb 2026 16:10
2 menit membaca

Caption : Warga Pasirkupa  Sedang  Melakukan Perbaikan Jalan Pakai Uang Pribadi

JUARAMEDIA, LEBAK – Aksi swadaya warga Kampung Cicenang, Desa Pasirkupa, Kecamatan Kalanganyar, Kabupaten Lebak, menambal jalan rusak dengan uang pribadi menjadi potret buram kondisi infrastruktur desa di daerah tersebut. Jalan poros desa yang menghubungkan Pasirkupa dengan jalan raya dan Desa Karyajaya itu telah rusak selama hampir 10 tahun tanpa perbaikan permanen.

Puncak kekecewaan warga terjadi pada Sabtu (15/2/2026). Mereka bergotong royong memperbaiki jalan sepanjang sekitar satu kilometer menggunakan dana hasil patungan masyarakat. Langkah ini diambil karena kerusakan jalan dinilai semakin parah dan membahayakan pengguna jalan, terutama saat musim hujan.

Lubang-lubang dengan kedalaman bervariasi kerap menyebabkan pengendara terjatuh akibat genangan air yang menutup permukaan jalan. Kondisi tersebut membuat aktivitas ekonomi warga terganggu, mulai dari distribusi hasil pertanian hingga akses menuju pusat kecamatan.

Salah seorang warga, Endang, mengungkapkan dana perbaikan dihimpun secara swadaya dari masyarakat dengan nominal bervariasi.

“Antusias warga besar. Ada yang menyumbang sampai satu juta rupiah. Semua dikerjakan gotong royong. Tapi ini hanya tambal sulam karena pakai material grosok biasa,” ujarnya.

Menurut Endang, jalan tersebut sudah beberapa kali ditambal oleh warga, namun cepat rusak kembali karena tidak pernah mendapatkan penanganan permanen dari pemerintah.

Aksi ini, kata dia, merupakan bentuk akumulasi kekecewaan masyarakat terhadap pemerintah yang dinilai abai terhadap kondisi infrastruktur vital desa.

“Kami kesal karena sudah banyak korban. Jalan ini sudah lama rusak, lebih dari sebulan terakhir kondisinya makin parah,” katanya.

Kerusakan jalan dinilai bukan sekadar persoalan teknis, tetapi berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi desa. Warga menyebut, kondisi jalan yang buruk membuat ongkos transportasi meningkat dan aktivitas usaha menjadi terhambat.

“Kalau jalan terus rusak, rasanya seperti belum merdeka. Ekonomi warga mandek,” ujar Endang.

Warga lainnya, Oji, menyebut jika hanya mengandalkan program pemerintah, perbaikan jalan tak akan pernah selesai.

“Kalau tidak swadaya, tidak akan kelar-kelar. Kampung harus sadar diri, jangan terus berharap program pemerintah,” tegasnya.

Ia juga menyinggung ketimpangan akses terhadap program pembangunan.

“Apalagi program Bang Andra, kampung kami tidak kebagian. Kalau bukan kita yang bangun jalan, siapa lagi?” ucap Oji.

Aksi warga Desa Pasirkupa ini menjadi cermin nyata buruknya perhatian terhadap infrastruktur desa di Kabupaten Lebak. Jalan yang seharusnya menjadi urat nadi ekonomi justru berubah menjadi simbol keterlambatan pembangunan.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pemerintah desa maupun dinas terkait mengenai rencana perbaikan permanen jalan poros desa tersebut. (arya)

Yayat - JuaraMedia
Author: Yayat - JuaraMedia

Pemimpin redaksi