
Caption: Wakil Bupati Lebak sekaligus Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Pramuka Lebak, Amir Hamzah
JUARAMEDIA, LEBAK – Wakil Bupati Lebak sekaligus Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Pramuka Lebak, Amir Hamzah, menegaskan bahwa Gerakan Pramuka memiliki peran strategis dalam membentuk karakter generasi muda, terutama di tengah derasnya arus digitalisasi dan pengaruh media sosial yang kian tak terbendung.
Penegasan itu disampaikan Amir Hamzah saat menghadiri kegiatan Orientasi Majelis Pembimbing Gugus Depan (Mabigus) Zona I Kloter II, yang digelar di SDN 1 Sajira, Kabupaten Lebak, Sabtu (24/01/2025).
Kegiatan tersebut turut dihadiri Pelaksana Tugas Asisten Administrasi Umum Iyan Fitriyana, Kepala Bidang Olahraga, serta diikuti para kepala sekolah yang bertindak sebagai Ketua Mabigus jenjang SD dari Kecamatan Sajira, Cipanas, Curugbitung, Maja, Muncang, dan Lebakgedong.
Dalam sambutannya, Amir Hamzah menyoroti tantangan dunia pendidikan yang semakin kompleks di era digital. Menurutnya, kemudahan akses informasi melalui media sosial menjadi dua sisi mata uang yang dapat berdampak positif maupun negatif bagi anak-anak.
“Di era digital saat ini, informasi sangat mudah diakses. Namun ini juga menjadi kekhawatiran tersendiri jika disalahgunakan oleh anak-anak. Karena itu, peran pendidik sangat dibutuhkan untuk mengarahkan generasi muda agar bijak dan beretika dalam menggunakan media sosial,” ujar Amir Hamzah.
Ia menekankan bahwa Pramuka menjadi salah satu wadah penting dalam menanamkan nilai karakter, seperti kedisiplinan, tanggung jawab, kemandirian, serta sikap kritis terhadap informasi yang beredar di ruang digital.
Lebih lanjut, Amir Hamzah mengingatkan para Ketua Mabigus agar senantiasa bersyukur dan menjaga niat dalam menjalankan profesi sebagai pendidik. Ia menyebut guru sebagai profesi mulia yang memiliki dampak besar terhadap masa depan bangsa.
“Guru adalah profesi yang sangat mulia. Setiap niat dan langkah dalam mendidik anak bangsa akan membawa keberkahan,” tegasnya.
Selain itu, ia juga menegaskan pentingnya membekali generasi muda dengan sikap kemandirian dan disiplin sejak dini, agar kelak mampu melahirkan generasi intelektual yang berkualitas di Kabupaten Lebak.
“Kita hanya bisa mewariskan nilai kemandirian dan disiplin kepada anak-anak kita. Jika itu tidak kita tanamkan sejak sekarang, masa depan Indonesia Emas 2045 belum tentu bisa terwujud,” pungkas Amir Hamzah.
Kegiatan orientasi Mabigus ini diharapkan mampu memperkuat peran kepala sekolah dan pendidik dalam membina kepramukaan di satuan pendidikan, sekaligus menjadi benteng pembentukan karakter generasi muda Lebak di tengah tantangan zaman.(*)