Viral Surat Terbuka Warga, Kades Binong Diduga Gadaikan Motor Dinas Berulang Kali, Bupati Lebak Diminta Turun Tangan

Yayat - JuaraMedia
18 Des 2025 09:43
Kabar Desa 0 264
3 menit membaca

Caption : Viral Surat Terbuka Warga

JUARAMEDIA, LEBAK — Dugaan penyalahgunaan aset desa kembali mencuat di Kabupaten Lebak. Kali ini, Kepala Desa Binong, Kecamatan Maja, menjadi sorotan publik setelah surat terbuka warga viral di media sosial, yang menuding adanya praktik penggadaian motor dinas inventaris desa secara berulang.

Surat terbuka tersebut ditujukan langsung kepada Bupati Lebak Hasbi Asyidiki Jayabaya, serta ditembuskan kepada Camat Maja, BPD Desa Binong, Inspektorat Kabupaten Lebak, hingga Aparat Penegak Hukum (APH).

Dalam surat itu, penulis mengungkapkan bahwa motor dinas kepala desa kerap berpindah tangan dengan modus digadaikan, bahkan disebut sempat diganti plat nomor, yang dinilai sebagai bentuk pelanggaran hukum dan perbuatan melawan hukum.

 “Motor dinas Kepala Desa Binong selalu pindah-pindah tangan dengan cara digadaikan. Bahkan plat nomornya dilepas. Ini jelas perbuatan melawan hukum,” tulis pengirim surat terbuka tersebut.

Diduga Digadaikan Sejak Awal Menjabat

Lebih lanjut, dalam surat itu dijelaskan bahwa praktik penggadaian motor dinas diduga sudah terjadi sejak awal kepala desa menjabat. Motor dinas lama disebut pernah digadaikan dengan nilai sekitar Rp2 juta, lalu ditebus menggunakan dana yang dipertanyakan sumbernya.

Tak berhenti di situ, motor dinas baru yang dibeli pada tahun 2024 juga disebut mengalami nasib serupa. Sejak dibeli hingga saat ini, motor tersebut diduga terus-menerus digadaikan dan berpindah tangan, dengan alasan yang dinilai tidak masuk akal.

Bahkan, dalam pengakuan terbaru, motor dinas tersebut disebut digadaikan kembali dengan jaminan emas seberat 3 gram.

Inspektorat dan Camat Disorot

Surat terbuka itu juga menyoroti peran Inspektorat Kabupaten Lebak yang dinilai lalai saat audit, serta meminta agar tidak menutup-nutupi dugaan penyimpangan tersebut.

 “Saat audit ke mana? Saat pemeriksaan ke mana? Tolong jangan menutupi kesalahan,” bunyi petikan surat tersebut.

Selain itu, Camat Maja juga diminta tidak tinggal diam dan segera bertindak sebagai kepanjangan tangan Bupati di wilayah kecamatan.

Gaji RT Diduga Tak Dibayarkan

Tak hanya soal motor dinas, penulis surat juga menyinggung dugaan penyelewengan gaji RT, di mana gaji RT selama satu bulan dua tahun lalu disebut tidak dibayarkan, dan dananya diduga digunakan untuk kepentingan lain.

 “Gaji RT satu bulan dua tahun lalu dipakai, tidak dibayarkan. Ini pimpinan seperti apa?” ucapnya.

Minta Kades Dinonaktifkan

Atas berbagai dugaan tersebut, warga mendesak Bupati Lebak untuk segera menindak tegas Kepala Desa Binong, bahkan meminta agar yang bersangkutan dinonaktifkan demi menjaga marwah pemerintahan desa dan kepercayaan masyarakat.

Surat terbuka itu ditutup dengan identitas pengirim yang mengaku bernama Haji Suryadi, yang menyebut dirinya sebagai mantan Kepala Desa Binong.

Hingga berita ini diterbitkan, Kepala Desa Binong, Camat Maja, maupun pihak Inspektorat Kabupaten Lebak belum memberikan klarifikasi resmi terkait tudingan tersebut. JUARAMEDIA masih berupaya menghubungi pihak-pihak terkait untuk memperoleh keterangan lanjutan. (*)

Yayat - JuaraMedia
Author: Yayat - JuaraMedia

Pemimpin redaksi