Kilas Balik Program Lebak Ruhay Dinas PUPR Tahun Anggaran 2025, Gelontorkan Rp 33,8 miliar untuk 23,146 kilometer 

Yayat - JuaraMedia
25 Des 2025 13:29
2 menit membaca

Caption : Jalan Siliwangi, Rangkasbitung salah satu dari 17 Ruas Jalan yang Direkontruksi Dinas PUPR Lebak TA 2025 

JUARAMEDIA, LEBAK – Tahun anggaran 2025 menjadi salah satu fase penting pelaksanaan Program Lebak Ruhay di sektor infrastruktur. Melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Lebak, pemerintah daerah mengalokasikan anggaran puluhan miliar rupiah untuk meningkatkan kualitas jalan sebagai urat nadi aktivitas masyarakat.

Dade Apriyandi Kadis PUPR Lebak, Didampingi Kabid Binamarga Hamdan mengatakan, tahun 2025 total anggaran yang digelontorkan dalam program rekonstruksi jalan Lebak Ruhay 2025 mencapai Rp33.826.235.000, dengan total panjang penanganan 23,146 kilometer yang tersebar di berbagai titik strategis Kabupaten Lebak.

” Program Lebak Ruhay di sektor jalan tidak hanya menyasar perbaikan fisik, tetapi diarahkan untuk memperkuat konektivitas wilayah, memperlancar distribusi barang dan jasa, serta membuka akses ekonomi masyarakat,” ujar Dade ketika dihubungi, Kamis (25/12/2025)

Sejumlah ruas jalan utama hingga lingkungan, sambung Dade dalam masuk daftar pekerjaan, di antaranya Jalan Siliwangi, Sukahujan–Cigemblong, Ir. H. Djuanda, dan Jalan Syech Nawawi, yang menyerap anggaran terbesar karena panjang dan tingkat kerusakan jalan.

” Semuanya telah rampung dikerjakan” katanya.

Sedikitnya 17 ruas jalan direkonstruksi Dinas PUPR Kabupaten Lebak sepanjang 2025. Proyek-proyek tersebut mencakup jalan perkotaan, penghubung desa, hingga akses permukiman, sebagai bagian dari upaya pemerataan pembangunan yang menjadi ruh Lebak Ruhay.

Pemerintah daerah menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur jalan ini dirancang untuk memberikan manfaat jangka panjang, bukan sekadar tambal sulam, dengan spesifikasi teknis yang disesuaikan dengan beban lalu lintas masing-masing ruas.

Meski diapresiasi, pelaksanaan program Lebak Ruhay di sektor infrastruktur juga menjadi sorotan publik. Masyarakat menaruh harapan besar agar anggaran yang cukup besar tersebut dikelola secara transparan dan menghasilkan kualitas jalan yang benar-benar layak dan tahan lama.

“Programnya bagus, anggarannya besar. Tinggal pengawasan dan kualitas di lapangan yang harus dijaga,” ujar Uben Salim salah satu warga Lebak,di Rangkasbitung

Rekonstruksi jalan tahun 2025 menjadi salah satu indikator penting keberhasilan Program Lebak Ruhay.

Bagi Dinas PUPR Kabupaten Lebak, tantangan ke depan bukan hanya menyelesaikan proyek tepat waktu, tetapi memastikan hasil pembangunan dapat dirasakan manfaatnya secara langsung oleh masyarakat.

Publik kini menunggu: apakah Lebak Ruhay benar-benar menghadirkan perubahan nyata di infrastruktur jalan, atau sekadar meninggalkan deretan angka dalam laporan anggaran.(*)

 

Yayat - JuaraMedia
Author: Yayat - JuaraMedia

Pemimpin redaksi