HAB ke-80 Kemenag Lebak Dimeriahkan Festival Rebana, Al-Ishlah Kalanganyar Juara Umum

Yayat - JuaraMedia
31 Des 2025 14:09
Kemenag 0 161
3 menit membaca

Caption : Salah satu peserta Rebana HAB ke 80 Kemanag 

JUARAMEDIA, LEBAK – Lantunan shalawat menggema merdu di Lapangan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Lebak, Rabu (30/12/2025). Momentum Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama RI dimaknai secara khidmat melalui Festival Rebana Golongan Dewasa Putri Tingkat Kabupaten Lebak, yang menyedot antusiasme tinggi dari majelis taklim lintas kecamatan.

Festival ini menjadi bukti kuat bahwa seni rebana tidak hanya berfungsi sebagai hiburan religi, tetapi juga media dakwah, pelestarian budaya Islami, serta penguat silaturahmi umat. Kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Kemenag Lebak dan Panitia HAB ke-80 Kabupaten Lebak.

Ketua Panitia HAB ke-80 yang juga Kepala Seksi PD Pontren Kemenag Lebak, Hj. Neng Euis, menegaskan bahwa festival rebana memiliki nilai strategis dalam penguatan peran majelis taklim di tengah masyarakat.

“Festival ini bukan sekadar perlombaan, tetapi sarana dakwah yang efektif dan ruang pemberdayaan majelis taklim sebagai ujung tombak syiar Islam,” ujar Hj. Neng Euis dalam sambutannya.

Ia menjelaskan, Festival Rebana HAB ke-80 memperebutkan Piala Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Lebak dan secara resmi dibuka langsung oleh Kepala Kemenag Lebak. Hj. Neng Euis berharap kegiatan ini dapat menjadi agenda rutin tahunan yang mampu memotivasi majelis taklim untuk terus aktif berdakwah melalui seni Islami.

Sebanyak 13 grup rebana dewasa putri ambil bagian dalam festival ini, mewakili berbagai kecamatan di Kabupaten Lebak, di antaranya:

Dawa Lil Wahda (Cibadak)

Al-Maidah Bojongmanik (Sukamulya)

Al-Azkia (Cipanas)

Darul Muttaqin (Cikulur)

Al-Muhajirin (Maja)

Puma Al-Quroh (Rangkasbitung)

Al-Shalihah (Maja)

Al-Musaqa (Warunggunung)

Al-Mukhlisin (Rangkasbitung)

Al-Ishlah (Kalanganyar)

Imaniar (Sajira)

Nurul Hidayah Bojongmanik (Tamaga)

Nurul Alam (Pasir Tanjung)

“Antusiasme peserta menunjukkan kuatnya semangat pelestarian budaya Islami sekaligus sinergi antara Kemenag dan komunitas rebana di Lebak,” tambah Hj. Neng Euis.

Setelah melalui penilaian ketat dewan juri, Grup Rebana Al-Ishlah dari Kecamatan Kalanganyar berhasil keluar sebagai Juara I. Posisi Juara II diraih Puma Al-Quroh Kecamatan Rangkasbitung, sementara Juara III diamankan oleh Al-Mukhlisin Kecamatan Rangkasbitung.

Salah satu juri, Rukawi, menjelaskan bahwa penilaian festival meliputi tiga aspek utama, yakni vokal, aransemen (pukulan), dan penampilan panggung.

“Vokal terdiri dari vokal A (solis) dan vokal B (koor) yang harus seimbang. Aransemen dinilai dari variasi dan kualitas pukulan hadrah, sedangkan penampilan mencakup penguasaan panggung hingga teknis naik-turun panggung. Lagu dibebaskan, tidak ditentukan panitia,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Kemenag Kabupaten Lebak, H. Iwan Falahudin, menyampaikan apresiasi atas suksesnya festival rebana dalam rangka HAB ke-80.

“Alhamdulillah, kegiatan ini menunjukkan antusiasme tinggi masyarakat dalam melestarikan budaya Islam. Keberhasilan ini bukan hanya kebanggaan masing-masing wilayah, tetapi juga bukti kualitas dan semangat berkesenian Islami yang kuat di Kabupaten Lebak,” pungkasnya.

Festival Rebana HAB ke-80 ini menegaskan bahwa seni Islami tetap relevan, hidup, dan mampu menjadi kekuatan dakwah kultural di tengah masyarakat modern.(Budi)

Yayat - JuaraMedia
Author: Yayat - JuaraMedia

Pemimpin redaksi