Wabup Lebak Tekankan Pramuka Harus Sejalan dengan Visi RUHAY, Bukan Sekadar Seremonial

Yayat Rismunadi
24 Okt 2025 13:41
Daerah 0 287
2 menit membaca

JUARAMEDIA, BANDUNG – Wakil Bupati Lebak Amir Hamzah, selaku Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Lebak, membuka kegiatan Rapat Kerja Cabang (Rakercab) Pramuka Lebak 2025 yang digelar di Ballroom Hotel Arion Kota Bandung, Kamis (23/10/2025).

Kegiatan ini diikuti seluruh Kwartir Ranting (Kwaran) se-Kabupaten Lebak dan jajaran pengurus Kwarcab Pramuka Lebak, yang berlangsung selama dua hari, 23–24 Oktober 2025.

Dalam laporannya, Sekretaris Kwarcab Pramuka Lebak Unang Sunarya menyampaikan bahwa Rakercab 2025 menjadi forum penting untuk mengevaluasi capaian program sebelumnya serta menyusun rencana kegiatan dan anggaran untuk periode 2025–2026.

 “Dengan komitmen seluruh pihak, kami berharap Rakercab mampu memberi manfaat nyata bagi peserta didik Pramuka, memperkuat karakter generasi muda, serta berkontribusi positif bagi masyarakat Lebak,” ujar Unang.

Rakercab tahun ini bukan hanya pertemuan rutin, melainkan momentum penting menyatukan arah gerakan kepanduan dengan visi pembangunan daerah.

Dalam sambutannya, Amir Hamzah menegaskan bahwa setiap program Pramuka harus selaras dengan semangat RUHAY — singkatan dari Rukun, Unggul, Hegar, Aman, Yakin — yang menjadi arah pembangunan Kabupaten Lebak.

 “Gerakan Pramuka Lebak harus menjadi bagian penting dalam mencetak generasi yang unggul dan berkarakter, sesuai visi RUHAY yang menjadi arah pembangunan Lebak,” tegasnya.

Amir menekankan pentingnya penyusunan program kerja yang terukur, realistis, dan tepat sasaran agar bisa dilaksanakan secara maksimal. Ia juga mengingatkan agar Pramuka tidak hanya fokus pada kegiatan seremonial, tetapi harus melahirkan inovasi dan aksi nyata di tengah masyarakat.

Pemilihan Kota Bandung sebagai lokasi Rakercab juga memiliki makna mendalam. Amir menjelaskan, kegiatan ini diadakan di Bandung untuk menghidupkan kembali semangat sejarah, mengingat wilayah Lebak dan Banten dahulu merupakan bagian dari Jawa Barat sebelum berdirinya Provinsi Banten.

“Bangsa yang besar adalah bangsa yang ingat akan sejarah. Termasuk kita, saat ini harus menjadi pribadi yang hebat dengan tetap mengingat akar sejarah Banten itu sendiri,” ungkapnya.

Selain itu, perjalanan ke Bandung juga memanfaatkan moda transportasi Whoosh, salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN), yang menjadi simbol kemajuan dan inovasi — sejalan dengan semangat modernisasi yang ingin ditanamkan dalam tubuh Gerakan Pramuka Lebak.

Melalui semangat kebersamaan dan komitmen kuat seluruh peserta, Rakercab 2025 diharapkan mampu melahirkan program kerja inovatif dan berdampak nyata bagi pembinaan generasi muda Lebak.

Amir menutup sambutannya dengan ajakan agar Gerakan Pramuka menjadi pelopor pembentukan karakter dan keteladanan generasi muda, serta terus mendukung visi besar Kabupaten Lebak menuju masyarakat RUHAY: Rukun, Unggul, Hegar, Aman, Yakin.

 

Yayat Rismunadi
Author: Yayat Rismunadi