Oplus_131074JUARAMEDIA, LEBAK – RSUD Adjidarmo Rangkasbitung resmi meluncurkan inovasi layanan digital terintegrasi bertajuk “RUHAY” (Rukun, Unggul, Hegar, Aman, dan Yakin).
Program ini merupakan bagian dari transformasi digital RSUD Adjidarmo menuju rumah sakit modern berbasis teknologi pelayanan publik.
Layanan RUHAY dirancang untuk menghubungkan sistem antara fasilitas kesehatan tingkat pertama (puskesmas/klinik) dengan rumah sakit rujukan, sekaligus memudahkan masyarakat mengakses berbagai layanan kesehatan melalui WhatsApp dan aplikasi JKN Mobile.
“Kita beri nama pelayanan RUHAY karena mencerminkan semangat kompak, harmonis, dan saling mendukung dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan,” ujar dr. Budi Mulyanto Direktur RSUD Adjidarmo pada acara diskusi publik di ruang komite medik RSUD setempat, Jumat (17/10/2025).
Budi menjelaskan, sistem digital terintegrasi ini akan mempermudah proses rujukan pasien dari puskesmas ke rumah sakit.
Melalui sistem ini, data pasien dapat diakses secara otomatis oleh fasilitas rujukan, sehingga proses pelayanan dapat dilakukan lebih cepat tanpa harus menunggu administrasi manual.
Selain itu, masyarakat kini dapat melihat ketersediaan kamar secara real time melalui dashboard kesehatan publik yang bisa diakses melalui situs resmi RSUD Adjidarmo.
“Sekarang masyarakat bisa tahu, pada jam tertentu kamar mana yang masih tersedia, bahkan bisa menentukan mau dirujuk ke mana. Semua terpantau real time,” jelas Budi.
Inovasi lainnya adalah layanan pendaftaran pasien rawat jalan melalui WhatsApp, yang memudahkan masyarakat mendaftar tanpa harus datang pagi-pagi atau mengantre di loket.
“Dengan sistem ini, tidak ada lagi pasien yang menunggu dokter terlalu lama, tidak ada lagi keluhan antrean pagi. Pasien datang, dilayani, dan pulang dengan puas,” tambahnya.
Menurut Budi, layanan digital RUHAY juga telah terintegrasi dengan aplikasi JKN Mobile milik BPJS Kesehatan.
Integrasi ini memungkinkan data peserta JKN terverifikasi otomatis sehingga mempercepat proses administrasi dan meningkatkan efisiensi pelayanan.
“Kami yakin, layanan digital ini akan meningkatkan efisiensi, keamanan data, dan kepuasan pasien secara signifikan. Ini bukan sekadar sistem, tetapi komitmen kami untuk memberikan pelayanan yang cepat, aman, dan transparan,” ujarnya.
Selain layanan berbasis daring, RSUD Adjidarmo juga menyiapkan Anjungan Pendaftaran Mandiri (APM) bagi pasien yang tidak dapat melakukan pendaftaran online atau memilih datang langsung ke rumah sakit.
Pasien cukup datang lebih awal untuk melakukan registrasi melalui mesin anjungan yang telah disediakan di area pelayanan.
Budi menambahkan, layanan online saat ini hanya bisa digunakan oleh pasien lama yang sudah memiliki rekam medis di RSUD Adjidarmo.
Sedangkan pasien baru yang belum memiliki rekam medis tetap harus mendaftar langsung di rumah sakit.
“Pasien lama seharusnya tidak perlu lagi menunggu antrean panjang, karena sistem sudah mengenali data mereka. Sedangkan yang mengambil antrean di APM itu biasanya pasien baru,” kata Budi menjelaskan.
Dengan peluncuran pelayanan digital RUHAY, RSUD Adjidarmo berharap dapat mewujudkan pelayanan kesehatan yang lebih cepat, bersih, ramah, dan transparan, sekaligus memperkuat posisinya sebagai rumah sakit rujukan unggulan di wilayah Banten Selatan.
Penulis : Yaris