Oplus_131072Caption : Rohimin Ketua KUMALA Lebak
JUARAMEDIA, LEBAK – Kasus dugaan kekerasan terhadap siswa di SMAN 1 Cimarga, Kabupaten Lebak, berbuntut panjang. Organisasi Mahasiswa KUMALA (Keluarga Mahasiswa Lebak) mendesak Dinas Pendidikan Provinsi Banten untuk menindak tegas kepala sekolah yang diduga melakukan tindakan tidak pantas terhadap siswa yang kedapatan merokok di lingkungan sekolah.
Peristiwa dugaan kekerasan itu terjadi pada Jumat (10/10/2025) pagi, bertepatan dengan kegiatan rutin Jumat Bersih di sekolah.
Salah seorang siswa diketahui sedang merokok di area belakang sekolah, hingga kemudian terjadi insiden yang memicu protes besar dari para siswa.
Menindaklanjuti kejadian itu, Senin (13/10/2025), KUMALA bersama Kepala KCD Lebak turun langsung ke lapangan. Mereka mengunjungi rumah siswa yang menjadi korban, sekaligus menemui pihak guru dan komite sekolah untuk menggali informasi lebih dalam.
Ketua Umum KUMALA, Rohimin, menyebut pihaknya mengapresiasi langkah cepat Kepala KCD Lebak yang sigap menanggapi insiden di SMAN 1 Cimarga.
“Saya mengapresiasi Kepala KCD Lebak yang cepat tanggap terhadap kejadian di SMAN 1 Cimarga, dan juga melibatkan mahasiswa dalam proses pendampingan,” ujar Rohimin dalam rilisnya yang diterima redaksi, Senin (13/10/2025 (
Namun setelah melihat langsung kondisi lapangan, Rohimin menilai tindakan kepala sekolah terhadap siswa tidak dapat dibenarkan, meski siswa memang melakukan pelanggaran disiplin.
“Saya jadi tahu akar permasalahannya. Melihat kejadian tersebut, saya menilai tidak sepantasnya kepala sekolah menindak siswa dengan kekerasan. Walaupun siswa bersalah karena merokok, tindakan kekerasan tidak pantas dilakukan oleh seorang pendidik,” tegasnya.
Menurut Rohimin, persoalan ini bukan hanya soal satu kasus, melainkan mencerminkan pola kepemimpinan yang bermasalah di lingkungan sekolah.
“Setelah mendengar langsung dari guru dan komite, ternyata banyak kejadian sebelumnya yang juga melibatkan kepala sekolah. Ini bisa jadi bom waktu kalau tidak segera disikapi,” ungkapnya.
Rohimin menegaskan, KUMALA mendorong Dinas Pendidikan Provinsi Banten untuk segera mengambil langkah tegas terhadap kepala sekolah yang bersangkutan.
“Jika dibiarkan, ini akan menjadi penyakit berkelanjutan dalam dunia pendidikan. Kepala sekolah seharusnya menjadi teladan, bukan sumber masalah,” tegas Rohimin.
Kasus ini kini menjadi perhatian publik di Lebak dan sekitarnya. Sejumlah pihak berharap Dinas Pendidikan Provinsi Banten segera menurunkan tim investigasi agar masalah ini tidak menimbulkan keresahan berkepanjangan di lingkungan sekolah.
Diketahui sebelumnya , Senin (13/10/2025) ratusan siswa SMAN 1 Cimarga melakukan aksi mogok sekolah, sebagai bentuk protes atas sikap kepala sekolah yang dinilainya berlebihan.
Berdasar pantauan dilapangan, sejak pagi hingga siang, tak nampak terlihat ada siswa yang datang ke sekolah, kecuali para dewan guru.
Tak hanya itu, digerbang masuk sekolah juga dipasang spanduk bertuliskan ” Kami Tidak Akan Sekolah, Sebelum Kepsek Dilengserkan”
Sementara itu, Kepsek SMAN 1 Cimarga Dini menyebut, aksi tersebut sarat dengan rekayasa dan fitnah yang mencoreng nama baik sekolah. Ia menegaskan, niat pihak sekolah selama ini hanya untuk mendisiplinkan dan melindungi siswa dari kenakalan remaja, termasuk bahaya rokok di lingkungan sekolah.
Menurut Dini, peristiwa yang memicu aksi mogok siswa berawal dari kegiatan Jumat Bersih, di mana dirinya tengah mengontrol kegiatan kerja bakti dan menemukan sejumlah siswa yang diduga merokok di area belakang sekolah.
“Saya hanya menegur karena melihat anak sedang ngerokok. Saya panggil baik-baik, tapi anak itu malah lari. Saya marah bukan karena rokoknya, tapi karena dia bohong. Itu kan soal karakter,” ujar Dini saat diwawancarai wartawan, Senin (13/10/2025).
Penulis : Yaris
Editor : Yayat Rismunadi Juaramedia