JUARAMEDIA, LEBAK – Ribuan pencari kerja memadati GOR Ona Rangkasbitung, mengikuti Job Fair 2025 yang digelar selama dua hari (14-15 Oktober 2025 oleh Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Lebak.
Sebanyak 21 perusahaan dari berbagai sektor membuka lowongan kerja bagi masyarakat, baik dari dalam maupun luar daerah.
“Pengangguran terbuka di Lebak masih tinggi, sementara tingkat kemiskinan juga di kisaran 38 sampai 40 persen. Pertumbuhan ekonomi kita baru mencapai 2,11 persen. Ini perlu perhatian serius dan langkah konkret,”
“Job Fair ini bukan sekadar acara seremonial, tapi bagian dari strategi nyata untuk mempertemukan pencari kerja dan pemberi kerja secara langsung.” kata Amir saat membuka Job Fair, Selasa 14 Oktober 2025
Pemerintah menargetkan sedikitnya 1.600 warga Lebak dapat terserap kerja dari total dua ribu pencari kerja yang mendaftar.
Wakil Bupati juga menegaskan, kegiatan seperti ini akan terus dilaksanakan setiap tahun sebagai agenda berkelanjutan untuk memperluas kesempatan kerja.
“Secara demografi, anak muda kita banyak. Dengan kegiatan seperti ini, kami ingin mereka, termasuk perempuan, bisa mendapat akses kerja tanpa harus keluar daerah.”
Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Disnaker Lebak, Rully Chaeruliyanto, menyebut kegiatan ini menjadi bentuk nyata sinergi antara pemerintah daerah dan dunia usaha dalam menekan angka pengangguran.
“Melalui kegiatan ini, kita dorong perluasan kesempatan kerja dan peningkatan kualitas tenaga kerja di Kabupaten Lebak.”
Selain menggelar Job Fair, Disnaker Lebak juga tengah mengembangkan sejumlah program unggulan, seperti pelatihan berbasis kebutuhan industri, penguatan Bursa Kerja Khusus di SMK, serta pelatihan bahasa dan penempatan tenaga kerja ke Jepang.
Melalui kegiatan seperti Job Fair 2025 ini, Pemerintah Kabupaten Lebak berharap dapat memperluas lapangan kerja, menekan angka kemiskinan, dan memperkuat ekonomi lokal menuju Lebak yang lebih sejahtera dan berdaya saing.
Dari Lebak, YARIS melaporkan.