Oplus_131072Caption : Pembangunan Mubazir di Desa Cililitan Diduga Sarat Kepentingan Pribadi
JUARAMEDIA.COM – PANDEGLANG | Proyek pembangunan jalan desa di Kampung Tunas Jaya, Desa Cililitan, Kecamatan Picung, Kabupaten Pandeglang menuai kecaman publik. Pasalnya, jalan yang dibangun justru berada di tengah kebun tak berpenghuni, jauh dari pemukiman warga. Mirisnya lagi, jalan tersebut disebut-sebut hanya dilalui oleh… kambing!
Pengakuan mengejutkan datang dari Emen, anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Cililitan. Ia menyebut pembangunan jalan itu diduga kuat dipaksakan demi kepentingan pribadi oknum perangkat desa.
“Itu bukan jalan warga. Lokasinya di kebun, enggak ada satu pun rumah di sekitar sana. Paling yang lewat juga cuma kambing. Ini jelas aneh,” tegas Emen, Selasa (9/7/2025).
Lebih jauh, Emen menyebut pembangunan tersebut tidak pernah dibahas dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (MusrenbangDes). Bahkan perubahan anggaran pun tidak melibatkan BPD sebagaimana mestinya.
“Kami tidak pernah dilibatkan. Ini seperti proyek siluman. Desa seenaknya sendiri membangun tanpa pertimbangan skala prioritas,” lanjutnya.
Kades: “Saya Cuma Nerusin RPJMDes”
Saat dikonfirmasi, Pj Kepala Desa Cililitan, Najamudin berdalih bahwa proyek jalan itu merupakan bagian dari RPJMDes (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa) yang sudah disusun sebelumnya.
“Saya baru menjabat sekitar setahun. Jadi saya hanya melanjutkan rencana lama. Semua sesuai arahan dari Sekdes dan TPK,” ujarnya.
Namun pernyataan Najamudin justru menimbulkan lebih banyak pertanyaan, terutama soal transparansi penggunaan anggaran. Ia mengakui tidak mengetahui secara pasti jumlah dana dan titik pengerjaan, karena menurutnya proyek tersebut memiliki empat sub kegiatan dan sebagian materialnya dibeli dari toko milik Sekdes.
“Dana langsung ditransfer ke pihak ketiga. Soal rinciannya nanti saya tanyakan lagi ke Sekdes,” kilahnya.
Warga Geram: Jalan Rusak Dibiarkan, Jalan Kosong Dibangun
Warga desa pun geram. Salah satu warga yang enggan disebutkan namanya mengatakan masih banyak jalan desa yang rusak parah dan selama ini diperbaiki secara swadaya oleh masyarakat.
“Pemerintah desa seperti menutup mata. Jalan rusak dibiarkan, malah bangun jalan yang tidak dilalui siapa-siapa. Ini jelas-jelas menyakiti hati warga,” ujarnya.
Desak Inspektorat Turun Tangan
Menyikapi hal ini, warga dan BPD Desa Cililitan meminta Inspektorat Kabupaten Pandeglang segera melakukan audit menyeluruh terhadap penggunaan Dana Desa, termasuk dugaan penyimpangan dalam program BUMDes Tahun Anggaran 2024.
“Dana untuk jaringan internet pun tak jelas rimbanya. Sampai sekarang tidak ada realisasi. Kami curiga banyak dana yang tidak tepat sasaran,” ujar warga lainnya.
Mereka berharap audit dilakukan secepatnya agar kebenaran terungkap dan pembangunan desa benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat, bukan untuk kepentingan segelintir orang. (Ika /jm)