Oplus_131074Caption : Kantor Indag Kabupaten Lebak
JUARAMEDIA, LEBAK – Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disdag) Kabupaten Lebak, Orok Sukmana, akhirnya buka suara setelah mendapat sorotan tajam terkait penataan Pasar Sampay. Tak hanya dari masyarakat, tekanan juga datang dari tokoh senior politik Banten, Mulyadi Jayabaya (JB), yang secara terbuka mengecam kinerja sejumlah kepala dinas dalam sebuah acara publik.
“Sebagai aparatur sipil negara, saya menyerahkan sepenuhnya kepada Bupati. Mau menguntungkan atau tidak, saya siap menerimanya,” ujar Orok saat dikonfirmasi JUARAMEDIA melalui sambungan telepon, Rabu (28/5/2025).
Pernyataan Orok muncul di tengah merebaknya isu evaluasi jabatan di lingkup Pemkab Lebak, menyusul kekesalan publik terhadap lambannya penyelesaian masalah Pasar Sampay. Sorotan terhadap Orok semakin tajam setelah video viral memperlihatkan Mulyadi Jayabaya—mantan Bupati Lebak dua periode—menyemprot Orok dalam acara gerakan tanam padi bersama di Desa Tambak Baya, Kecamatan Cibadak, Selasa (27/5/2025).
Dalam video tersebut, JB dengan nada tinggi menunjuk langsung ke arah Orok yang hadir di lokasi.
“Berdiri kamu! Bongkar gate parkir Pasar Sampay! Jalan pakai paving block, dipadatkan juga tidak. Masa pasar kecil dibikin parkir? Perbaiki itu! Pasar untuk PKL, bukan buat proyek enggak jelas,” semprot JB.
Tak berhenti di situ, JB juga menyinggung soal integritas dan kelayakan Orok sebagai pejabat.
“Kerja apa kamu? Pantas mantan Kadis sebelumnya, Dedi, enggak setuju kamu di posisi itu. Mending dibuang, jadi staf ahli saja. Nanti juga kamu akan tahu rasanya,” lanjutnya, di hadapan Bupati dan Wakil Bupati Lebak serta hadirin lainnya.
Dalam pernyataannya kepada JUARAMEDIA,Orok tetap bersikukuh bahwa dirinya telah melaksanakan tugas sesuai aturan. Ia juga menyebut sudah menyampaikan aspirasi masyarakat terkait Pasar Sampay kepada Bupati Lebak, Hasbi Asyidiki Jayabaya.
“Permintaan itu dari tokoh masyarakat, dan saya sudah sampaikan ke Pak Bupati,” ujarnya, tanpa menjelaskan lebih lanjut langkah konkret yang telah dilakukan dinasnya.
Namun hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak Bupati mengenai sikap atau tindak lanjut atas laporan dan desakan yang muncul.
Selain Orok, dalam kesempatan yang sama JB juga menyebut nama-nama pejabat lain seperti Yosef Kholis (Kepala Balitbangda), Yadi Basari (Kepala DPMPTSP), dan Hari Setiono (Kadis Pendidikan), dan meminta Bupati Lebak untuk segera mengganti mereka. (jm)