Ada Apa dengan KPU Lebak ?, Ko ! Enggan Beberkan Anggaran Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Penghitungan Suara Pemilu 2024 

Yayat - JuaraMedia
6 Mar 2024 11:27
Lebak 0 148
2 menit membaca

Caption : Kantor KPU Lebak 

JUARAMEDIA, LEBAK – KPU Lebak enggan beberkan anggaran Rekapitulasi penghitungan suara Pemilu 2024 yang telah di gelar 28 Pebruari – 4 Maret 2024 di Hotel Mutiara Lebak. Ada apa dengan KPU Lebak?, meski demikian belum diketahui alasan KPU Lebak enggan membeberkan anggaran tersebut. Karena pihak KPU setempat melalui Sekertarisnya Toni ketika di tanya melalui telepon jawabnya, dipersilahkan untuk datang ke kantor.

” Punten, silahkan  ketemu langsung  sambil ngopi di kantor” jawab Toni  melalui Whatsappnya, Rabu (6/3/2024).

Ironinya, ketika wartawan Juaramedia ini datang ke kantor, yang bersangkutan berdalih tengah tugas luar,dan menyarankan ketemu dengan Kasubag  Program KPU Lebak, Rendi

” Silahkan ketemu mas Rendi, punten saya lagi ada tugas luar” katanya.

Sebelumnya di beritakan, sejumlah elemen masyarakat pertanyakan pelaksanaan rapat pleno Rekapitulasi hasil penghitungan perolehan suara Pemilu 2024 KPU Lebak, karena pelaksanaannya diduga dipadatkan, dari 6 hari yang dijadwalkan,pelaksanaanya 4 hari. Meski demikian, pihak KPU membantah kegiatan pleno tersebut  jadwalnya di padatkan.

” Tidak ada mas, tidak ada istilah pemadatan jadwal  ” Kilah ketua KPU Lebak Dewi Hartini  saat dikonfirmasi wartawan ini di kantor KPU Lebak, Selasa (5/3/2023).

Dewi juga menjelaskan, dalam jadwal PKPU itu istilahnya timeline (batas maksimal).

” di PKPU, kita selesainya maksimal tanggal 5 Maret, kalau selesai sebelum tanggal 5,ya tidak masalah. Dan itu artinya kinerja kinerja PPK di Kabupaten Lebak termasuk dalam katagori baik ” kata Ketua KPU Lebak yang baru menjabat sekitar dua bulan ini.

” Meski demikian kita juga tidak menutup mata, terdapat beberapa Kecamatan yang terjadi dinamika dinamika waktu plenonya. Namun itu semua telah bisa diselesaikan dengan baik pula ” imbuh Dewi.

Terkait dengan anggaran kegiatan pleno  kata Dewi, komisioner tidak memegang anggaran.

“, Silahkan tanya ke sekertaris ” pintanya.

Informasi yang didapat , awalnya semua tempat (kamar hotel) , termasuk kamar hotel di booking seluruhnya untuk peserta rapat pleno tersebut. Namun full pesertanya yang menempati, kamar hotel hanya satu hari saja, selebihnya ada kamar-kamar yang kosong, ditinggal pulang peserta, karena sudah selesai tugas. Namun pihak panitia meminta kembali biaya sewa kamar yang tidak terisi itu.

” Pertanyaanya kemanakah biaya untuk sewa kamar hotel yang tidak terisi atau diisi itu?.” kata sumber yang namanya enggan disebutkan. (budi)

 

Yayat - JuaraMedia
Author: Yayat - JuaraMedia

Pemimpin redaksi