Warga Lima Kampung Di Desa Sangiang Tanjung Tolak Pembangunan Kandang Ayam

Yayat - JuaraMedia
2 Agu 2023 08:00
2 menit membaca

Caption :  Lokasi Ternak Ayam Di Desa Sangiang Tanjung dalam prose cut and fill

JUARAMEDIA,LEBAK – Warga lima kampung, Desa Sangiang Tanjung Kecamatan Kalanganyar, Kabupaten Lebak, tolak pembangunan ternak ayam boiler di sekitar Kampung mereka.

Pasalnya, pembangunan kandang ayam tersebut, akan menggangu terhadap kenyamanan warga yang berada disekitar kandang tersebut. Selain akan menimbulkan bau tak sedap, juga akan banyak lalat.

” Tentunya ini akan berdampak kepada kesehatan kami ( warga). Karena itu kami menolak rencana pembangunan kandang ayam tersebut, apalagi sebelumnya tidak ada sosialisasi terlebih dahulu” Ujar Warga yang namanya minta dirahasiakan , Rabu ( 2/8/2023)

Kelima kampung yang menolak tersebut, kata Warga itu, yakni kampung Dukuh, Cilanggong, Cikadueun, Dalung, dan Jasinga.

” Sekali lagi, intinya kami menolak rencana pembangunan kandang ayam tersebut” Tandasnya.

Hal yang sama juga dikatakan tokoh masyarakat Kampung Dukuh, pihaknya juga menolak rencana pembangunan kandang ayam tersebut.

“Bahkan, warga sempat mendatangi Kepala Desa Sangiang Tanjung untuk minta penjelasan terkait kronologi awal akan dibangunnya kandang ayam tersebut. Namun hingga kini kepala desa masih belum menjelaskan juga” kata Tokoh masyarakat yang juga enggan di publish namanya itu.

Warga lainnya juga mengatakan, yang menjadi korban dalam hal ini adalah warga terdekat. Padahal, yang berperan dalam hal perizinannya adalah dari pihak warga dan pemerintah.

“Situasi warga lagi memanas, tiba-tiba datang alat berat (Bekho). Coba bayangkan, apabila terjadi bekho masuk ke lokasi sudah pasti amukan warga tidak akan terbendung,” katanya.

“Kami berharap, pemerintah desa, pemerintah kecamatan hingga pemerintah Kabupaten mendengar aspirasi penolakan kami ini, sebab kalau diteruskan khawatir terjadi kisruh ” Katanya.

Sementara Akur kepercayaan dari pemilik proyek mengatakan,izinnya sudah ada dari warga dan kecamatan.

” Kenapa kami saja yang di permasalahkan, kandang sebelah aman aman saja tuh? Padahal kapasitasnya hanya 50 ribu saja . Bagaimana mau maju desa jika sudah ada investor selalu di tolak,” Kilah Akur.

Kepala Desa Sangiang Tanjung Hapid Jurkoni mengatakan,izin lingkungan sudah ada.

” Memang izin dari DPMPTSP belum ada, tapi tengah berproses ” Katanya. (budi)

 

Yayat - JuaraMedia
Author: Yayat - JuaraMedia

Pemimpin redaksi