ACT Bangun Sekolah Paud Yang Hancur Akibat Banjir dan Tanah Longsor di Lebak 

Yayat - JuaraMedia
16 Jun 2020 11:23
Lebak 0 78
2 menit membaca

 

ACT Bangun Sekolah Paud Yang Hancur Akibat Banjir dan Tanah Longsor di Lebak 

 

JUARAMEDIA LEBAK – Selamatkan masa depan anak-anak penyitas korban banjir dan tanah longsor, sekolah tempat mereka belajar dan bermain hancur oleh banjir dan tanah longsor, Aksi Cepat Tanggap (ACT) Bangun Sekolah Pendidikan Anak Usia Dini (Paud) Cempaka, di Kampung Leuwisieun Desa Candi Kecamatan Curugbitung Kabupaten Lebak.

“Pasca Banjir dan tanah longsor di lebak awal tahun 2020, menyisakan luka yang mendalam sekolah Pendidikan Anak Usia Dini (Paud) Cempaka Hancur, hanya sisa-sisa reruntuhan yang ada. Paud Cempaka tempat anak-anak belajar warga kampung Leuwisieun Desa Candi Kecamatan Curugbitung Kabupaten Lebak,” kata Haerudin, Ketua MRI Lebak disela-sela peletakan batu pertama pembangunan Sekolah Paud Cempaka kepada Juara Media.com Selasa (16/06/2020).

Dijelaskannya, ACT bangun kembali sekolah Paud Cempaka Pembangunan Sekolah Permanen “PAUD Cempaka” untuk menyelamatkan anak-anak untuk tetap belajar, Recovery bangun sekolah tentu akan membawa dampak positif bagi anak-anak usia dini.

“Mudah_mudahan pembangunan Paud Cempaka berjalan dengan sukses dan lancar, dan Anak-anak usia dini di ajaran baru sudah mendapatkan tempat belajar yang layak,” harap Haerudin.

Ditambahkan Haerudin, Aksi Cepat Tanggap dan Masyarakat Relawan Indonesia konsisten membersamai penyitas korban banjir dan tanah longsor di lebak awal tahun 2020 sampai sekarang.

Sementara itu Siti Aisah Koordinator Paud Cempaka mengatakan, dengan dibangunnya kembali sekolah Paud Cempaka, tentunya akan membawa aura positif bagi anak-anak

“Anak-anak trauma dengan musibah banjir awal januari tahun 2020, dengan dibangun sekolahnya Paud, bagian dari pemulihan kembali menghilangkan trauma anak-anak dan anak usia dini kembali ceria,” tutur Siti Aisah.

Peletakan Batu Pertama Pembangunan Sekolah Paud Cempaka oleh ACT/ MRI, dihadiri oleh, Suswanto (MRI Banten),serta tokoh masyarakat setempat. (ary)

 

Yayat - JuaraMedia
Author: Yayat - JuaraMedia

Pemimpin redaksi

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *