Banyak Pangkalan Ditengarai Jual LPG Kepada Pengecer di Wilayah Pandeglang

Redaksi - JuaraMedia
5 Mei 2020 16:14
3 menit membaca

Banyak Pangkalan Ditengarai Jual LPG Kepada Pengecer di Wilayah Pandeglang

 

 Penulis :Deni |Editor :Budy 

 

JUARAMEDIA.COM PANDEGLANG  –Rencana pemerintah mengubah mekanisme distribusi Liquefied Petroleum Gas (LPG) bersubsidi kemasan 3 kg belum sepenuhnya berjalan disetiap daerah.

Di Kabupaten Pandeglang pendistribusian LPG bersubsidi kepada masyarakat masih menggunakan cara lama yakni melalui Agen dan Pangkalan yang didistribusikan melalui pengecer- pengecer.

Akibatnya tidak sedikit pengecer menjual LPG kemasan 3 Kg kepada masyarakat diatas Harga Eceran Tertinggi (HET).

Baru- baru ini fakta dilapangan terpantau ada dugaan Pangkalan Nakal yang mendistribusikan LPG bersubsidi diluar aturan dan prosesur yang ditetapkan pertamina.

Dari pantauan dilapangan Senin, (04/05/20), tepatnya di depan Terminal Bus Tarogong Desa Margasana, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pandeglang Provinsi Banten, ditemukan sebuah kendaraan Pick-Up bernomor polisi A 8405 KG terlihat mengangkut ratusan tabung LPG bersubsidi ukuran 3 Kilogram yang bersegel dari salah satu perusahaan PT Buba Putra Makmur.

Dari keterangan sang sopir Pick Up, Ma’mun ekaligus pemilik warung eceran kepada awak media mengaku, kalau tabung LPG tersebut dibelinya dari beberapa pangkalan, salah satunya Pangkalan yang berasal dari wilayah Kecamatan Koroncong, Kabupaten Pandeglang.

“Saya memang bukan pangkalan, tapi saya membeli tabung LPG dari beberapa Pangkalan, salah satu pangkalannya berasal dari Kecamatan Koroncong.” tuturnya.

Sementara menurut Istri Ma’mun yang akrab disapa Mamah Rehan mengatakan, setiap pekan dirinya hanya memperoleh 30 tabung. Kebetulan saat ini lanjutnya, mungkin karena sedang banyak, jadi dapat 100 tabung.

“Biasanya saya cuma dapat 30 tabung per Minggu, tapi kebetulan ini sedang banyak, jadi dapet 100 tabung.”  ujarnya.

Mamah Rehan juga mengaku kalau dirinya hanya sebatas pengecer. Sehingga ketika belanja dikenai harga sebesar Rp 23.000 per tabung dan menjualnya seharga Rp 24.000 per tabung.

Sejauh ini kata Mamah Rehan, dirinya ingin sekali menjadi Pangkalan, karena menurutnya pangkalan bisa belanja dengan harga Rp 19.000 per tabung.

“Sebagai pengecer saya cuma 100 tabung, dan menjual dengan harga Rp. 24.000 per tabung, dengan untung Rp.1000 pertabung. Karena belanja dari Pangkalan sebesar Rp. 23.000 per tabung. Coba kalau pangkalan belanja seharga Rp 19.000 dan jual Rp.24.000 kan besar kelebihannya Pak,” cetusnya

Sementara pihak Perusahaan PT Muba Putra Makmur mengaku bernama Teguh saat dikonfirmasi melalui pesan What’sApp membatah, pihaknya tidak pernah menjual ke pengecer tetapi hanya kepada pangkalan.

Teguh juga memastikan, akan menindak tegas terhadap pangkalan bila mana melakukan penjualan terhadap pengecer, karena itu sudah menyalahi prosedur dan selain melambungnya harga jual hal itu juga akan berdampak pada kelangkaan LPG bersubsidi di masyarakat.

“Terima kasih Informasinya, saya bakal tindak tegas bila temuan itu benar adanya. Saya itu Agen tidak pernah menjual ke pengecer. Saya sudah sesuai dengan ketentuan Pertamina dan Pemda,” tandasnya singkat.

 

TIM REDAKSI
Author: TIM REDAKSI

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *