Dua Bulan Lebih Tinggal Ditenda Pengungsian, Warga Kampung Seupang Dambakan Huntara
Penulis :Arya |Editor :Budy
JUARAMEDIA.COM LEBAK – Pengungsi di Kabupaten Lebak, Banten mendambakan pembangunan Hunian Sementara (Huntara) yang dilaksanakan pemerintah setempat pasca-banjir bandang dan longsor awal 2020.
“Kami sudah dua bulan lebih tinggal di tenda pengungsian dengan kondisi tidak layak,” kata Amanat (60) warga Kampung Seupang, Desa Pajagan Kecamatan Sajira, Kabupaten Lebak, Banten, Sabtu (7/03/2020).
Ia mengatakan, masyarakat Kampung Seupang hingga saat ini tinggal di tenda pengungsian yang dibangun rumah panggung dengan bahan plastik terpal dan hamparan bambu.
Pembangunan rumah panggung itu secara gotong royong yang dikerjakan warga setempat juga dibantu para relawan.
Saat ini, kata dia, sebanyak 50 unit rumah panggung dengan penghuni 70 kepala keluarga atau 295 jiwa.
Kondisi demikian, pihaknya tentu tinggal ditenda pengungsian sangat tidak layak karena bila hujan dipastikan kebocoran dan jika kemarau kepanasan.
Oleh karena itu, warga pengungsian di sini sangat mendambakan pemerintah daerah membangun huntara agar nyaman dan aman.
“Kami sudah beberapa hari terakhir ini cucu menangis terus menerus karena tempat tinggalnya tidak layak itu,” katanya menjelaskan.
Begitu juga Arsudin (55) warga Kampung Susukan Desa Bungur Mekar Kecamatan Sajira Kabupaten Lebak mengaku hingga saat ini keluarganya bersama isteri, menantu dan cucu tinggal di tenda pengungsian.
Sebab, pemerintah setempat hingga kini belum merealisasikan pembangunan huntara pasca-bencana alam, padahal sudah dijanjikan akan dibangun huntara.
Namun, hingga dua bulan lebih hingga kini warga korban bencana alam masih tinggal di tenda-tenda yang tidak layak huni.
“Kami sangat berharap pemerintah setempat segera membangun huntara,karena tinggal ditenda pengungsian tidak nyaman,” katanya.
Camat Kecamatan Sajira, H Rahmat mengatakan saat ini warganya yang terdampak bencana banjir bandang dan longsor awal tahun 2020 sebanyak sembilan desa luluhlantak.
Bahkan, Kampung Seupang Desa Pajagan, Kampung Somang Desa Sukarame dan Kampung Susukan serta Kampung Bolang Desa Bungur Mekar disapu banjir bandang dan longsor hingga mengakibatkan puluhan rumah rusak berat dan hilang.
Saat ini, warga tinggal ditenda-tenda pengungsian karena belum direalisasikan pembangunan huntara oleh pemerintah daerah.
Namun, pihaknya juga mengapresiasi diantaranya warga pengungsi itu mendapat bantuan dari lembaga kemanusian untuk tinggal di huntara, seperti dari Aksi Cepat Tanggap (ACT) membangun 52 unit dan relawan hamba Allah membangun 20 unit.
“Kami berharap lembaga-lembaga kemanusian lainnya bisa membantu hunian sementara,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Seksi Darurat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak Madias mengatakan saat ini warga korban banjir bandang dan longsor tersebar di empat posko pengungsian antara lain Pusdiklat Ciuyah, Kampung Susukan, Kampung Seupang dan Kosala.
Pemerintah daerah hingga kini belum merealisasikan pembangunan huntara karena menunggu rekomendasi dari Badan Geogologi untuk lokasi yang aman dari ancaman bencana alam.
“Kami akan membangun huntara jika ada rekomendasi dari Badan Geologi juga dana pembangunan sudah dicairkan,” katanya.
Redaksi - JuaraMedia
Tidak ada komentar