
Pasca Banjir Bandang, Dinkes Lebak Waspadai Penyakit Lingkungan
Reporter :Ade |Editor :Yaris
Lebak, JUARAMEDIA.COM – Banjir bandang dan tanah longsor telah memporak-porandakan pemukiman penduduk di beberapa daerah di Kabupaten Lebak. Bencana tersebut juga telah berdampak bagi lingkungan sekitar yang penuh dengan timbunan longsor akibat bencana tersebut.
Lingkungan yang buruk tersebut dikhawatirkan akan menimbulkan berbagai penyakit bagi masyarakat pasca bencana tersebut. Bahkan, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lebak telah mencatat terdapat 199 warga yang terjangkit berbagai penyakit pasca bencana banjir bandang dan tanah longsor.
” Penyakit yang timbul pada pasca bencana yang paling sering adalah penyaki-penyakit yang disebabkan oleh lingkungan,” kata Kepala Bidang Pemberantasan Penyakit Menular dan Penyehatan Lingkungan Dinkes Lebak Dr Firman Rahmatullah kepada awak media, Kamis (22/1/2020).
Ia menuturkan, penyakit yang disebabkan faktor lingkungan tersebut merupakan penyakit yang dapat menular yang perlu diwaspadai. Penyakit tersebut dapat ditimbulkan oleh adanya penumpukan sampah sehingga dapat mengundang banyak lalat yang dapat hinggap di makanan.
Ketersediaan air bersih dan juga perubahan cuaca ataupun kebersihan lingkungan khususnya di posko pengungsian juga dapat menimbulkan berbagai penyakit seperti gangguan pencernaan, dehidrasi, diare dan gatal-gatal kulit.
” Penyakit akibat lingkungan semuanya menular maka dari itu harus selalu kita waspadai,” tandasnya.
Sementara itu, Ketua DPD Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Lebak Endang Komarudin mengatakan, untuk melakukan pencegahan penyakit menular pasca banjir bandang tersebut pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinkes Lebak dengan turut membantu perawatan dan juga distribusi obat-obatan terhadap masyarakat terdampak bencana.
” Konsep kami tidak mandiri tapi bergabung mendukung Dinkes Lebak dalam menyalurkan bantuan obat-obatan, trauma healing kepada masyarakat terdampak bencana,” ujarnya.
Selain itu, pihaknya juga turut terjun ke lokasi bencana untuk membantu masyarakat dalam membersihkan sisa-sisa endapan lumpur pasca banjir bandang. Dikatakannya, dalam kegiatan tersebut pihaknya juga memberikan penanganan bagi masyarakat yang mengeluh mengalami diare, gatal-gatal, dan berbagai penyakit lainnya yang ditimbulkan oleh kondisi lingkungan pasca bencana
” Kami memiliki program pemberdayaan masyarakat dengan membantu membersihkan rumah-rumah yang akan masyarakat kembali tempati dari sisa endapan lumpur. Kami juga memberikan penanganan berupa pemberian obat-obatan kepada masyarakat yang mengeluh mengalami diare dan penyakit lainnya,” jelasnya.
Dirinya berharap bantuan yang diberikan PPNI Lebak ini dapat membantu dan meringankan beban masyarakat yang terdampak bencana,”pungkasnya.
Tidak ada komentar