Kadin Indonesia Dianggap Tidak Ada

Redaksi - JuaraMedia
28 Des 2019 05:46
2 menit membaca

Mustagfirin, Ketua DPD Organda Provinsi Banten. Foto/JM/Dni

Reporter : Deni | Editor : Budy

 

JUARAMEDIA COM, PANDEGLANG – Para pengusaha di Kabupaten Pandeglang menilai dan menganggap keberadaan Kadin Indonesia tidak pernah ada. Pasalnya, selama ini wadah organisasi resmi para pengusaha itu dirasakan hanya mengutamakan kepentingan pribadi para pengurus kadin tersebut.

“Kami sebagai pengusaha tidak pernah ada Kadin Indonesia di Banten khususnya di Kabupaten Pandeglang. Selama ini mana ada rapat-rapat resmi mengundang para pengusaha, jadi kami melihat tidak pernah ada Kadin Indonesia sebagai wadah para pengusaha,” tegas H Emus Mustagfirin selaku Direktur CV Arga Pratama yang kini ditunjuk sebagai Dewan Pertimbangan Kadin Paradigma Baru (Kadin-PB) Pandeglang, kepada media, Sabtu (28/12)

Menurut Mustagfirin yang juga Ketua DPD Organda Provinsi Banten ini, Kadin Indonesia hanya ngurus pribadi para pengurus, sementara program yang lainnya tidak jalan dan tidak dapat dirasakan oleh para pengusaha.”Kami butuh wadah yang menaungi para pengusaha, jadi kemi melihat tidak ada di Banten atau Kabupaten Pandeglang,” katanya lagi

Menanggapi pernyataan bahwa Dimyati Natakusumah,SH,MH,MSi selaku anggota DPR-RI dari Dapil Pandeglang-Lebak, yang dinilai nyeleneh dengan memberikan dukungan kepada Kadin-PB Pandeglang, Emus menyatakan bahwa beliau peduli untuk mempersatukan para pengusaha agar bisa berkiprah dalam pembangunan.

“Logikanya tidak mungkin ada Kadin PB bila keberadan Kadin Indonesia terasa kiprahnya dirasakan oleh para pengusaha. Justru Pak Dimyati kami menilai peduli dengan para pengusaha di Kabupaten Pandeglang untuk bersatu, yang selama ini bagaikan anak ayam kehilangan induknya,” tuturnya, seraya menambahkan kedepan keberadaan Kadin-PB Pandeglang eksis menjalankan fungsi dan tugasnya untuk kesejahteraan anggota yakni para pengusaha yang dapat sinergitas bersama pemerintah dalam berbagai pembangunan.

“Tidak ada kaitan dengan akan berakhirnya masa kepemimpinan Bupati Irna dalam keberadaan Kadin-PB. Justru pemikiran itu sangatlah kerdil menurut kami,” pungkasnya.

TIM REDAKSI
Author: TIM REDAKSI

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *