Penulis : Budi Harto
LEBAK – Kelompok kerja (Pokja) kampung KB atau Kampung Berkualitas Desa Margajaya, Kecamatan Cimarga, Kabupaten Lebak, Banten, melakukan pembinaan wilayah dari Tim PKK Provinsi Banten yang dipusatkan dilokasi kampung KB, di Kampung Jahe, Desa setempat, Senin (14/10/2019).
Hadir Tim penggerak PKK Kabupaten Lebak dan Provinsi Banten, Kadis DP2KB P3A beserta jajaran, Muspika Cimarga, PKK Kecamatan Cimarga, Kades dan Prades, Kelembagaan Desa dan Tokoh masyarakat Desa setempat.
Ketua pokja Kampung KB Desa Margajaya, Wawat Hadiawati mengatakan, hari ini sedang kegiatan bina wilayah dari tim penggerak PKK Provinsi, yang dipusatkan di kampung KB karena kampung KB menjadi lokus kegiatan, dari beberapa kegiatan termasuk kegiatan tim penggerak PKK dari Provinsi.
“Mereka ini melakukan pembinaan, sudah sejauh mana implementasi program pokok PKK ini diterapkan khususnya di kampung KB ini. Walaupun pada kenyataannya kita sudah melaksanakan itu, implementasi Implementasi 10 program itu sudah kita laksanakan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, ini matching program dengan kampung KB didalammya ada 8 fungsi keluarga yang didalamnya isinya mirip, tujuannya untuk kesejahteraan masyarakat.
“Kami tim penggerak PKK dimonitoring, kebun pkk, kebun kwp, pemanfaatan tanah pekarangan dan hasil up2k, diharapkan bisa jadi pemicu kedepan,” harapnya.
Kepala Desa (Kades) Cimarga, Uen Jueni mengharapkan, pihaknya ingin semua di wilayah Margajaya ini menjadi lokus dari pembinaan kampung KB.
“Kampung KB Taman Hati ini mudah-mudahan menjadi penyemangat, kami ingin berdaya dari bawah,” tuturnya.
Camat Kecamatan Cimarga, Zakaria Hartanto menambahkan, ini adalah bina wilayah yang dilakukan oleh tingkat provinsi terkait kampung KB yang merupakan salah satu tujuan PKK.
“Setelah di monitoring mudah-mudahan ini menjadi pilot project, desa di Kecamatan Cimarga bisa jadi contoh untuk desa desa lain. Diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat,” tandasnya.
Sementara itu, Kadis DP2KB P3A, Tajudin Yamin mengaku sangat bersyukur ada pembinaan dari tingkat provinsi, ini akan menjadi motivasi pemerintah daerah, dan masyarakat juga sangat termotivasi.
“Bagaimana cara menata lingkungan, merencanakan kehidupan keluarga, dan bagaimana membangun desa ini secara bergotong-royong, mereka rutin melakukan pembinaannya pada kegiatan jum’at bersih, jadi pembinaannya setiap saat,” katanya.
Redaksi - JuaraMedia
Tidak ada komentar