oleh

TMA Ciujung Ciberang Capai 579 CM, Ratusan Warga Kecamatan Rangkasbitung Menetap di Masjid

Caption : Aktivitas warga yang tengah mengungsi di Masjid Jami Baitul Mumin, tepatnya di Jalan Sartika Dewi, Komplek Pendidikan, Kelurahan Muara Ciujung Timur, Kecamatan Rangkasbitung.

LEBAK,JUARAMEDIA.COM – Setidaknya 400 jiwa yang merupakan warga di Kelurahan Muara Ciujung Timur Kecamatan Rangkasbitung, terpaksa harus menetap sementara di masjid, selama luapan air di aliran sungai menurun. Hal ini karena menyusul, Tinggi Muka Air atau TMA pada aliran Sungai Ciujung dan Ciberang mencapai 579 CM dengan debit 1.124 M3/ detik. Terlebih, berstatus AWAS.

“Hujan deras yang berlangsung selama empat jam, menimbulkan dampak banjir di beberapa titik. Salahsatunya, di kediaman kami, yakni di Kampung Babakan Anyar, Desa Jatimulya kecamatan setempat,” kata Supriyadi seorang warga yang terdampak banjir, Selasa (14/9/2021).

Menurutnya, genangan air di kediamannya mencapai 190 milimeter. Bahkan, pada bagian kamar dirinya, nyaris hanyut.

“Untuk saat ini kami masih bisa mengungsi di rumah saudara yang lokasinya tidak jauh dari kediamannya,” ujarnya.

Dijelaskannya, penyebab banjir yang nyaris menghanyutkan tempat tinggalnya ini, diduga akibat banyaknya tumpukan sampah.

“Akibat banjir, untuk kerugian material rumah kami ditaksir senilai Rp 3 juta,” ungkapnya.

Di tempat berbeda Ahmad seorang warga di Kelurahan Muara Ciujung Timur mengaku bahwa saat ini pihaknya lebih memilih Masjid Jami Baitul Mumin untuk di huni sementara.

“Karena saya khawatir luapan air dari aliran sungai lebih besar dari sebelumnya,” singkatnya.

Pelaksana Harian atau PLH Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak, Febby Rizki Pratama mengatakan bahwa penyebab banjir yang terjadi saat ini diakibatkan oleh beberapa faktor, seperti curah hujan yang tinggi bahkan lebih tinggi dari curah hujan pada tahun kemarin. Terlebih, pembangunan yang masif di kota Rangkasbitung dan drainase, tidak bisa menampung debit air yang sangat tinggi.

“Memang curah hujan semalam sangat tinggi bahkan mencapai 190 milimeter lebih tinggi dari tahun kemarin, dan 190 m3. Angka tersebut, dinilai masuk dalam kategori hujan ekstrim. Kemudian, penyebab lainnya, terdapat sampah yang menyumbat aliran air.

“Untuk menanggulangi bencana banjir ini, kami sudah berkoordinasi dengan Dinas PUPR dan Dinas Lingkungan Hidup. Rencananya, mengenai jangka pendeknya kita akan membersihkan drainase yang tersumbat sampah. Sedangkan jangka panjang, kami akan membangun proyeksi beberapa crossing drainase dari hulu sampai hilir,” jelasnya.

Mengenai kerugian dan penanggulangannya tambah Febby, pihaknya akan terlebih dahulu mengumpulkan data dan harapannya dapat memberikan bantuan.

“Akan kami data korban yang terdampak. Sedangkan, kerugian yang akan diterima masyarakat akibat bencana ini, semoga semuanya dapat tertanggulangi,” pungkasnya.

Dikutip dari akun Instagram @ BPBD Kabupaten Lebak, Selasa (14/09/2021) update sementara yang di unggah pada pukul 12:00 WIB, terhitung sebanyak 571 rumah terendam di Kecamatan Rangkasbitung, 126 Kalanganyar dan 41 rumah di Kecamatan Cibadak. Dengan tambahan 4 unit rumah terkena longsor. Kemudian, terdapat 400 jiwa yang mengungsi di tiga masjid, yakni
200 jiwa di Masjid At-taubah, Nurudz Dzulam 40 dan 160 jiwa di Masjid Jami Baitul Mumin. (kyd/san).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed