oleh

Larangan Pemasangan Atribut Kampanye Pada Perhelatan Pilkades Lebak Diminta Dievaluasi

Caption : Foto Deni Subhani

LEBAK,JUARAMEDIA.COM – Larangan batasan pemasangan alat peraga kampanye, seperti spanduk atau stiker lainnya pada perhelatan Pemilihan Kepala Desa atau Pilkades di Kabupaten Lebak, diminta dievaluasi. Sebab, aturan tersebut dinilai bertolak belakang dengan pesta demokrasi rakyat.

“Adanya larangan pemasangan atribut kampanye, seperti spanduk dan sticker calon kepala desa oleh panitia pilkades Kabupaten Lebak, saya minta aturan tersebut dievaluasi. Karena, mereka (calon kepala desa-red) mengaku kesulitan dalam menyampaikan visi misinya” kata Deni Subhani warga Kecamatan Cikulur melalui siaran persnya yang diterima di Rangkasbitung, Rabu (8/9/2021).

Menurutnya, perihal surat edaran panitia Pilkades Kabupaten Lebak tentang larangan pemasangan baliho di masa pandemi. Justru, dinilai tidak akan efektif.

“Pandangan saya di masa pandemi covid-19 ini, tentu atribut kampanye merupakan salah satu bentuk komunikasi alternatif antara pemilih dengan calon kepala desa,” ujarnya.

Ia berharap aturan larangan pemasangan spanduk dapat segera dievaluasi. Sebab, untuk nilai positifnya, pemilih akan mudah mengenali calon dengan visi misi yang diusung. Keduanya, pemasangan alat peraga kampanye justru akan meminimalisir tingkat kerumunan. Sehingga, warga dapat mengenal calonnya melalui media tersebut.

“Ketiganya cukup membantu panitia dalam hal mendongkrak tingkat partisipasi pemilh,” ungkapnya.

Di tempat berbeda Wijaya seorang warga Kecamatan Rangkasbitung mengaku sulit mengenali para kandidat calon kepala desa.

“Masa pilihan kita hanya diketahui dari foto atau nama saat memilih. Hal ini tentu dianggap tidak logis dan tidak sejalan dengan demokrasi,” ungkapnya.

Ia berharap, semoga aturan atau kebijakan yang dibuat oleh para pemimpin dipertimbangkan dampak positif dan negatifnya. Karena, kebijakan tidak bisa dibuat secara mendadak.

“Saya sangat sependapat jika larangan pemasangan spanduk dievaluasi,” tegasnya.

Di hubungi melalui sambungan seluler, AH Calon Kepala Desa di Kecamatan Leuwidamar mengaku bahwa untuk saat ini calon kepala desa sudah diperbolehkan kembali memasang alat peraga kampanye, seperti spanduk atau sticker dan lainnya.

“Sudah ada surat edaran dari Panitia Pilkades Kabupaten Lebak melalui surat edaran dengan nomor : 141.1/23- Panlih. Pilkades/2021 perihal : sosialisasi calon kepala desa Tahun 2021,” singkat AH di ujung sambungan selulernya. (ika/ding).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed