oleh

Kementrian Pendidikan Bekerjasama Dengan Partai Gerindra Melalui Workshop Pendidikan

JUARAMEDIA.COM – Kementrian Pendidikan Bekerja sama dengan Partai Gerindra melalui Kegiatan workshop dengan tema meningkatkan kualitas mutu pendidikan dalam penggunaan dana bos.

Dalam rangka ini untuk menjelaskan, kepada komponen -komponen pendidik di kabupaten lebak.

Kegiatan workshop pendidikan ini,Kemudian bagai mana cara penggunaan dana Bos itu, bisa tetap mempertahankan, mutu kualitas pendidikan,tanpa harus,mengeliminisir kondisi Covid 19 sampai dengan hari ini.
Karena kondisi Covid, ada kukusisen dan kebutuhan-kebutuhan tertentu.

Dalam melalui acara ini alhamdulilah diinisiasi oleh mendikbud, dan juga hasil-hasil dari pada usulan dari pak Ali Jamroni Anggota DPR RI Dapil Satu Banten.
Komisi 10 dapat,workshop ini bisa bermanfaat dan dirasakan, oleh para tenaga pendidik dan pengajar di kabupaten lebak,”ujar Ketua DPRD Kabupaten Lebak di acara kegiatan Workshop Pendidikan Di Gedung Hotel Mutiara Kecamatan Kalanganyar,Rabu (3/6).

Ungkapnya,bagaimana caranya penggunaan dana Bos itu,bisa memberikan meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan tanpa harus mengeliminisir kodisi Covid hari ini,dengan adanya persoalan-persoalan di lapangan.

Dijelaskan disini,agar kemudiaan tidak ada salah arah.
Dan itu sangat bermanfaat sekali,”ujar Agil selaku ketua DPRD Lebak sekaligus mengapresiasikan angenda kegiatan hari ini.
Terimakasi pada pak Ali Jamroni
Juga Kementriaan Pendidikan dan Kebudayaan.

Lanjut Agil,Gerindra itu sangat aktif terutama anggota DPR RI, kita punya Didapil satu pak Ali Jamroni, itu
Komisi 10 kan itu salah satunya,mitra tenaga kerja, kependidikan sangat aktip sekali mengkritik segala persoalan dan sangat aktif memberikan program-program terbaik dari kementrian pendidikan,salah satunya,program indonesia pintar.Pak Ali Jamroni salah satu DPR RI yang secara lantang mengkritik persoalaan pendidikan.jarak jauh yang di nilai tidak efektip dan harap di epaluasi terutama kesalahan hari ini, persoalan peta pendidikan di indonesia, pak Ali Jamroni selalu aktip dalam memperjuangkan sumbangsih terbaiknya.

“Partai Gerindra
Di lebak sendiri komisi Tiga ada H uwat, H Eeng dan juga H oyak, mitra kerja langsung dengan donasi pendidikan beliau,cukup aktip juga berkordinasi dengan dinas pendidikan.
Untuk menanyakan, persoalan-persoalaan yang ber ada di masyarakat,terutama mengharmonisasi peluncuraan program -program yang ada di pusat.

Terkait angka anak yang putus sekolah sebanyak 300 itu,sangaat memprihatinkan jadi itu pertanda kita belum siap beradaptasi, berinteraksi dengan teknologi dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar (KBM). Persoalan nya ketika ada PJJ, keinginan belajar mengajar,lalu kemudiaan ada persoalan dilapangan menyebabkan putusnya,300 sampai 400 anak dengan tidak jelas nya,6100 siswa di lapangan,”jelas Agil pada Juara Media.Com.

Ungkapnya,persoalaan harus di bicarakan dengan seriusi bahwa sebetulnya,kita belum siap berinteraksi dengan teknologi untuk melakukan kegiatan belajar mengajar.

Harapan Ketua DPRD adalah agar kemudiaan sama seperti disampaikan Pak Ali Jumroni pada mentri kemaren proses belajar mengajar secara tatap muka bisa segera di laksanakan. Tentu kemudian dengan sistim yang hardberd.
HardBerd itu apa tetap ada yang masuk ada yang keluar nanti diroling.
Pada ke semua di luar kalau semua di luar tidak terkontrol oleh orang tua.

Terus teknologi alatnya pun blm tentu memiliki banyak persoalan yang di danai,maka dari usulan,Pak Ali Jamroni di rapat RDP dengan mentri sangat bagus dan kemudian satu sikap dengan gerindra di bawah,kabupaten lebak terutama dan kita mengapresiasi termasuk Pemerintah Daerah kalau sudah ada arah kesanah.,” Terang Agil ketua Dewan . (Di/De)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed