oleh

Warga Sindangresmi dan Mahasiswa Lakukan Aksi Demo 

JUARAMEDIA.COM PANDEGLANG -Buntut dari adanya pemberitaan diberbagai media masa baik cetak, online dan televisi adanya warga Kecamatan Sindangresmi, Kabupaten Pandeglang yang hendak melahirkan ke puskesmas dengan menggunakan tandu berjalan kaki karena akses jalan yang buruk, hingga akhirnya bayi kembar Ibu Hamil bernama Enah tidak bisa diselamatkan.

Kejadian itu diklaim oleh Pemkab Pandeglang bahwa kondisi itu dinilai pembohongan publik dan bukan yang sebenarnya. Hal itu yang menyulut berbagai elemen mahasiswa dan warga di Kecamatan Sindangresmi dengan melakukan aksi ke gedung Dinas Kesehatan dan Sekretariat Daerah (Setda) dan gedung DPRD Pandeglang, Kamis 6 Mei 2021 siang.

Dalam aksi itu terjadi saling dorong dengan aparat keamanan Polres Pandeglang, saat para mahasiswa memaksa masuk ke gedung Dinkes setempat.

Sekelompok aksi yang mengatasnamakan Barisan Jaringan Rakyat Sindangresmi (JARAMI) dan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Cabang Pandeglang menuntut Setda dan Bagian Humas agar mengklarifikasi pernyataan siaran persnya.

“Pemda semestinya harus hadir ditengah-tengah masyarakat yang saat sedang kesulitan, bukan malah menghindar dan mencari alasan seolah-olah mereka tak bersalah seperti yang diliris pemda.” tandas Elien Robiqi selaku Koordinator Lapangan dalam orasinya.

Dikatakannya, selain itu DPRD Pandeglang selaku controlling, penyambung lidah masyarakat yang sampai saat ini seolah-olah tutup mata dari mendengar jeritan tangis rakyatnya yang sedang kesusahan.

“Jangan hanya ketika membahas anggaran perjalanan dinas mencapai 80 miliar yang bersuara dan bergembira. Kalau anggaran itu dialokasikan kepada jalan di Sindangresmi tersebut yang bisa dirasakan masyarakat.” kata Elien Robiqi.

Dari aksi itu tidak ada satupun yang menemui para aksi tersebut, baik dari Dinkes, Setda dan DPRD Pandeglang. Dengan pengamanan ketat dari Polres Pandeglang dan Satpol PP Pandeglang hingga membubarkan diri. (Dan)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed