Ratusan Siswa SMPN 2 Rangkasbitung KLS lX Gelar US dengan Sistem Daring

Ratusan Siswa SMPN 2 Rangkasbitung KLS lX Gelar US dengan Sistem Daring

 

JUARAMEDIA.COM LEBAK – Sebanyak 355 siswa SMPN 2 Rangkasbitung kelas lX menggelar Ujian Sekolah (US) dengan sistem Daring selama 6 hari, dari hari Senin (22/3) sampai dengan Senin (29/3) karena Sabtu dan Minggu libur.

Dengan digelarnya Ujian Sekolah (US) serempak di seluruh Indonesia selama enam hari,dari hari senin (22/3) sampai dengan selesai.

Ujian Sekolah ini di gelar dengan sistem daring selama enam hari, dalam satu hari dua mata pelajaran,sementara siswa yang tidak bisa ikut di hari pertama dengan adanya gangguan sistem jaringan atau kuota bisa mengikuti US susulan.

Kepala SMPN 2 Rangkasbitung Drs Hariyanto M.MPd mengatakan, dengan sistem daring ini tentunya kendala pasti ada, karena bisa saja dari jaringan,cuaca juga kuota, mudah mudahan tidak ada kendala selama dalam pelaksanaan US ini.

“Kami dari pihak sekolah pastinya antisipasi kendala untuk anak yang tidak memiliki kuota, dan sekolah tentunya akan memberikan bantuan dengan mengirim kuota pada anak tanpa harus membayar,” ujar Drs Hariyanto M.MPd Kepala Sekolah SMPN 2 Rangkasbitung kepada Juaramedia.com, Rabu (24/3/2021).

Menurutnya, hasil survey sekolah di lapangan dalam pelaksanaan US ini sangat membantu terciptanya kelancaran dalam suatu kegiatan, sedangkan selama kegiatan berjalan baik tidak ada masalah.

“Dengan pelaksanaan US ini berharap anak anak bisa mengikuti dengan sukses, dan mudah mudahan anak anak ini sesuai dengan kriteria bisa lulus 100 persen,” tuturnya.

Ia menambahkan, dalam pelaksanaan US ini menyarankan pada anak, walaupun melalui sistem daring harus mengikuti prokes karena ini sangat penting.

“uUntuk memonitoring berjalannya kegiatan US sendiri, langsung dengan daftar hadir dan terekam di masing masing kegiatan anak dengan sistem,” jelas mantan Kepsek SMPN 1 Cipanas ini.

“Tidak semua sekolah melaksanakan kegiatan US ini melalui daring, tapi ada juga yang tatap muka (luring) jika tidak memenuhi persyaratan atau kendala jaringan, dan itu juga dalam ruangan di batasi 10 siswa saja,” kata Drs Hariyanto M.MPd menambahkan. (De)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

9 + 17 =