Dampak Virus Corona, Produksi Sandal di Lebak Turun Drastis

Dampak Virus Corona, Produksi Sandal di Lebak Turun Drastis

Penulis :Arya |Editor :Budy 

JUARAMEDIA.COM LEBAK – Produksi sandal di Kabupaten Lebak, Banten sejak tiga pekan terakhir ini menurun drastis dan permintaan pasar keluar daerah tampak sepi akibat dampak merebaknya penyebaran wabah virus corona atau COVID-19.

“Kami biasanya memproduksi sekitar 200 kodi, namun saat ini hanya 15 kodi pasang sandal,” kata Maryati (40), seorang perajin warga Kecamatan Kalanganyar Kabupaten Lebak, Senin (13/04/2020).

Permintaan pasar sandal merek Widfel relatif sepi dibandingkan dua bulan lalu hingga 100 sampai 200 kodi akibat penyebaran COVID-19.

Menurunya permintaan pasar tersebut tentu berdampak terhadap produksi, sehingga ke depan bisa menjadikan ancaman usaha gulung tikar.

Sebab, mereka para pembeli sandal yang kebanyakan pedagang toko di sejumlah daerah di Provinsi Banten dan DKI Jakarta masih banyak stok.

Kemungkinan mereka tidak akan kembali membeli atau memesan produksi sandal itu, sehingga terpaksa dilakukan pengurangan tenaga kerja.

“Kami awalnya menyerap tenaga kerja sebanyak 20 orang, namun saat ini hanya tiga orang akibat sepinya pembeli itu,” katanya menjelaskan.

Menurut dia, dirinya menjual sandal merek Widfel sebesar Rp35 ribu/pasang dan jika menjual sebanyak satu kodi atau 24 pasang maka diakumulasikan mendapatkan pendapatan Rp770 ribu.

Namun, saat ini pendapatan ekonomi dari produksi sandal sudah tidak bisa diandalkan lagi akibat dampak penyebaran COVID-19.

Bahkan, perajin sandal dipastikan dua pekan ke depan sudah tidak bisa memproduksi karena bahan bakunya tidak ada di pasaran, terlebih DKI Jakarta diberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk percepatan penaganan COVID-19.

“Kami berharap pemerintah dapat memberikan bantuan kepada perajin yang terdampak COVID-19 agar bisa kembali memproduksi usaha setelah dicabut darurat Corona,” katanya.

Begitu juga Muhidin (45) warga Timur Kabupaten Lebak mengaku dirinya kini memproduksi sandal dan sepatu sekitar 5 kodi/bulan karena permintaan pasar menurun akibat penyebaran Corona.

Biasanya, dirinya bisa memasok sandal ke Pasar Rangkasbitung sebanyak 35 kodi, namun kini hanya lima kodi.

“Kami sekarang merasa bingung dengan menurunya permintaan pasar akibat penyebaran Cocid-19,” katanya menjelaskan.

Sementara itu, Kepala Seksi Data dan Informasi Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Lebak Siti Samsiah mengatakan pihaknya kini tengah melakukan pendataan para pelaku usaha micro dan kecil menengah (UMKM) yang terdampak,termasuk pelaku sandal dan sepatu akibat penyebaran COVID-19.

Pendataan pelaku UMKM itu sebanyak 10.000 unit akan diajukan ke Provinsi Banten.

“Kami berharap pelaku UMKM yang terdampak COVID-19 dapat bantuan dari pemerintah,” katanya.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *