Sambut 1 Muharam, Ribuan Warga Cikatapis Pawai Ta’aruf Dan Bawa Ka’bah Keliling Desa

LEBAK – Menyambut tahun baru islam atau 1 Muharam yang jatuh ke 1441 Hijriyah, ribuan warga Desa Cikatapis, Kecamatan Kalanganyar antusias mengikuti pawai ta’aruf seraya berbondong-bondong membawa replika Ka’bah. 

Dalam pawai tersebut terlihat sesuatu yang unik, berbeda dengan tahun sebelumnya, yakni hadirnya replika bagunan suci sekaligus kiblat umat islam yakni Ka’bah. Dalam pawai tersebut, warga berbondong-bondong membawa replika Ka’bah tersebut keliling Desa Cikatapis.

Selain itu, terlihat berbagai pemandangan menarik lainnya yakni, pernak-pernik kostum yang dikenakan oleh para peserta dalam pawai tersebut, salah satunya yakni pakaian ala timur tengah lengkap dengan tunggangan untanya.

Kepala Desa (Kades) Cikatapis Darmawan mengatakan, Pawai Ta’aruf tersebut merupakan wujud cerminan dan ekspresi suka cita, rasa gembira dan suatu kebahagiaan bagi semua dalam menyambut tahun baru islam.

“Pawai ini merupakan bentuk antusias masyarakat Desa Cikatapis dalam menyambut 1 Muharam 1441 H. Antusias masyarakat sangat tinggi terlihat dengan pernak-pernik yang digunakan dalam pawai tersebut,” katanya.

Darmawan mengatakan, pawai tersebut diikuti ribuan peserta yang terdiri dari Empat pilar Desa Cikatapis, yakni Kampung Keong, Babakan Cibereum, Rancagawe, dan Angsana. 

Ia menambahkan, selain sebagai ajang mempererat tali silaturahmi antar warga ini, pawai ta’aruf tersebut digelar guna memperluas ajaran Syi’ar Islam.

“Yang kita harapkan, melalui pawai ini dapat tertanam jiwa kerukunan antar warga dan memupuk rasa cinta yang tinggi terhadap ajaran Islam, terutama bagi para generasi muda,” imbuhnya.

Sementara itu, Ali salah satu peserta pawai ta’aruf mengatakan, sangat antusias mengikuti pawai tersebut. Menurutnya, pawai tersebut dapat menjadi wadah bagi masyarakat untuk berekspresi dalam menyambut tahun baru Islam. 

“Seneng banget, bisa menyambut tahun baru islam bersama dengan warga lainnya. Semoga kegiatan ini dapat terus terjaga dan tidak pudah termakan zaman,” katanya. (JM/yaris) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

3 × three =