Tujuh Tahun Jalan Kabupaten Di Harjawana Tak Tersentuh Pembangunan

Foto : Kondisi jalan penghubung dua kecamatan Bojongmanik dan Cileles

LEBAK – Jalan Kabupaten yang menghubungkan dua Kecamatan, Kecamatan Bojongmanik dan Kecamatan Cileles saat ini kondisinya sangat mengkhawatirkan, karena sudah tujuh tahun jalan tersebut tidak pernah ada perbaikan dari Pemerintah Daerah ataupun dari Dinas terkait.

Kerusakan jalan bukan disebabkan oleh kendaraan besar atau bermuatan bertonase, akan tetapi, karena sudah terlalu lama tidak tersentuh pembangunan. Padahal jalan tersebut akses warga Desa Harjawana Kecamatan Bojongmanik untuk menuju Kecamatan Lewidamar dan Kecamatan Cileles.

“Jalan tersebut yang selama ini buat melaksanakan aktivitas warga dari tiga Kecamatan kini kondisinya rusak parah. Untuk dilalui kendaraan roda dua saja susah apalagi roda empat. Dan banyak pengendara roda dua atau motor dikala hujan sering terjatuh di akibatkan dalamnya lubang jalan yang tergenang air,” ujar Anda Kepala Desa (Kades) Harjawana kepada media, saat ditemui diruang kerjanya, Selasa (27/8/2019).

Kerusakan jalan tersebut, terang Anda, oleh pihaknya sudah sering di ajukan ke Dinas PUPR Kabupaten Lebak, tapi sampai sekarang tidak ada tindak lanjut dari hasil ajuan Desa.  Bahkan, pihaknya saat ini merasa bosan untuk mengajukan proposal lagi.

“Padahal masyarakat sering menanyakan pada Desa tentang jalan rusak yang sudah sekian lamanya tidak pernah ada perbaikan,” tuturnya.

Pihaknya berharap, pada Pemerintah Daerah dan Dinas PUPR untuk secepatnya membangun infastruktur jalan tersebut.

“Karena jika terus di biarkan akan lebih parah dan banyak memakan korban berjatuhan di sebabkan parahnya kondisi jalan,” imbuhnya.

Sementara Jali, Tokoh masyarakat Kampung Posko mengatakan, sepertinya pemerintah tidak memperhatikan dengan jalan Kabupaten yang menghubungkan tiga Kecamatan.

Padahal, dikatakan Jali, jalan tersebut banyak dilalui warga untuk menjalankan aktivitasnya sehari-hari, jika memutar arah, jelas-jelas puluhan kilo harus ditempuh dengan berjam-jam menghabiskan waktu tempuh.

“Semoga dengan adanya keinginan masyarakat, Pemerintah ataupun Dinas cepat tanggap,” pungkasnya. (ade/yaris)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

twenty + 18 =