oleh

Diduga Rem Blong, Truk Bermuatan Tanah Hantam Ruko Di Citeras. 

LEBAK – Sebuah mobil jenis truk tronton bernopol B 9740 CQA bermuatan tanah merah diduga mengalami rem blong menabrak Rumah Toko (Ruko) milik Ukon di jalan Cikande raya Rangkasbitung, tepatnya di Kampung Dukuh Binaya, Desa Citeras, Kecamatan Rangkasbitung, Lebak, Banten, Minggu (28/7/2019). 

Informasi diperoleh dari warga setempat, peristiwa terjadi sekira pukul 14.30 WIB, saat itu truk bermuatan tanah dari arah Rangkasbitung menuju Cikande. Namun, belum juga sampai tujuan truk menyeruduk Ruko Caky Cell. Sejak peristiwa terjadi Pengemudi truk yang belum diketahui namanya tersebut dibantu warga setempat langsung dibawa ke klinik terdekat. 

“Remnya blong pak, sopir banting stir ke kiri, klo gak banting stir kekiri, pasti tabrakan beruntun,” kata Atim warga Balaraja yang mengaku kernet truk tersebut. 

Atim mengaku, tanah yang diangkut dari lokasi pengerukan galian tanah di kampung Ciawi hendak dibawa ke Jakarta. 

Sementara itu, Ukon pemilik Ruko Cakky Cell, saat kejadian beserta istrinya sedang berada didalam ruangan Rukonya, ia merasa kaget saat ada dentuman suara keras bergetar pada tembok Rukonya tersebut. 

“Saya dan istri  sedang berada didalam rumah kebetulan hari minggu toko tutup. Kami kaget setelah ada getaran keras, pas dilihat diluar truk sudah menabrak bagian depan ruko. Alhamdulilah, kami selamat,” tuturnya. 

Sejak itu juga, kata Ukon, dirinya dibantu warga lainnya mengevakuasi sopir truk tersebut dalam keadaan tersedak atap rangka baja, dan dilakukan pertolongan dibawa ke klinik terdekat. 

“Setelah dievakuasi, sopir langsung dibawa ke klinik bersama kernetnya. Alhamdulilah kernetnya tidak apa-apa,” terangnya. 

Menanggapi Rukonya diseruduk truk diduga rem blong tersebut, Ukon hanya meminta pemilik truk agar dapat memperbaiki kembali bangunan yang rusak akibat tertabrak. 

“Namanya juga musibah, saya tidak menuntut macam-macam. Bangunan tadinya baik, ya saya minta bangunan itu diperbaiki lagi,” katanya. 

Hingga berita ini diterbitkan, pantauan dilapangan tidak ada petugas yang berwenang guna memonitoring peristiwa tersebut. (bud/yaris) 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed