Disperindag Tekan Kenaikan Harga Sembako Melalui OPM

LEBAK – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Lebak, saat ini tengah meminimalisir kenaikan harga sembako melalui Operasi Pasar Murah (OPM) dibeberapa Kecamatan yang tersebar di Kabupaten Lebak. Salah satunya OPM tersebut digelar di Kecamatan Cimarga.

Hal itu terjadi disebabkan, karena selama bulan suci Ramadhan kemungkinan harga Sembilan Bahan Pokok (Sembako) disinyalir akan meningkat, sehingga bisa memicu terjadinya kenaikan harga di pasaran.

“Sejauh ini, kita sudah melaksanaan pasar murah yang sudah digelar di sejumlah kecamatan, dan Alhamdulillah dapat berjalan dengan lancar,” kata Disperindag, Kabupaten Lebak Dedi Rahmat di Lebak, Sejak beberapa hari lalu.

Dia menjelaskan, OPM yang digelar sebetulnya bertujuan, untuk mengendalikan tingkat inflasi, karena khawatir pada bulan Ramadhan berbagai bahan pokok mengalami kenaikan. Meskipun, persediaan bahan pokok itu di sejumlah pasar tradisional Kabupaten Lebak surplus dan melimpah.

“Kami yakin kenaikan itu murni akibat hukum ekonomi jika permintaan pasar meningkat dipastikan terjadi kenaikan harga. Namun,sebaliknya jika permintaan kecil dipastikan harga murah,” kata Dedi.

Menurut dia, pasar murah di 27 kecamatan dilakukan secara bertahap sesuai jadwal yang hingga hari ini sudah berlangsung salah satunya, mulai dari Kecamatan Cimarga, Bojong Manik, Gunung Kencana dan Panggarangan.

“Kami berharap melalui pasar murah itu dapat menstabilkan harga di pasaran dan memenuhi kebutuhan pangan dengan harga murah dan terjangkau,” katanya.

Menurut dia, pasar murah ini bekerja sama antara pemerintah daerah dan perusahaan distributor.

Tujuan pasar murah itu diharapkan masyarakat berpenghasilan rendah bisa membeli kebutuhan bahan pokok dengan harga terjangkau.

Paket sembako murah itu, kata dia, terdiri dari beras, gula pasir putih, terigu, dan minyak goreng.

Mereka dapat membeli dengan harga murah yang diantaranya, seperti minyak goreng kemasan Rp9.000 per Liter, beras medium 5 kg Rp 30.000 per Kilogram (Kg), gula pasir Rp10.000 Kg, dan terigu Rp 5.000 Kg.

“Semua harga yang dijual itu lebih murah hingga 50 persen dibandingkan harga di pasaran,” katanya

Berdasarkan pantauan, warga memadati lokasi pasar murah yang bertempat di Kantor Kecamatan Cimarga untuk membeli kebutuhan bahan pokok murah itu. Mereka mengantre untuk mendapatkan sembako tersebut dengan tertib.

“Kami sangat terbantu dengan harga bahan pokok murah itu, sehingga meringankan beban ekonomi,” kata Sutinah (40), seorang ibu rumah tangga warga Desa Marga Jaya, Kabupaten Lebak.

Ditempat yang sama Koordinator Kegiatan OPM pada Disperindag Lebak, Prada mengatakan, sebetulnya keinginan dirinya OPM ini bukan hanya pada saat baik itu menjelang maupun selama Bulan Suci Ramadhan.

“Akan tetapi kita sebenarnya menginginkan pelaksanaan tersebut digelar disetiap bulannya,” kata Prada, Rabu (8/5).

Hal senada Sekretaris Camat (Sekmat) Kecamatan Cimarga, Sukmajaya mengaku, bahwa kegiatan ini tentunya, sangat membantu warga Cimarga.

“Saya berharap untuk pengadaan paket OPM bisa ditambahkan kuotanya, karena tidak semuanya bisa ditentukan dapat, untuk jumlah kuota hari ini di sediakan sekitar 1000 orang. Persatu Kecamatan,” ujar Sukmajaya (eza/yaris).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

3 × 3 =