Angkat Objek Wisata di Rangkasbitung, Sawarga 01 Gelar Mural Fest

Foto : Bambang Iman Sofyan, penggagas Mural Fest (pegang koas) bersama Camat Rangkasbitung, Yadi Basari Gunawan (Pakai Rompi) saat membuka Festival Mural, di sepanjang dinding pagar pemisah jalur stasiun Kereta Api (KA) Rangkasbitung, Sabtu (9/3/2019).

 

LEBAK – Guna mendukung misi Bupati Lebak mengangkat objek wisata, warga RT 01/15, Kampung Pasir Sukarayat, Kelurahan Muara Ciujung Timur, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten menggelar acara Mural Fest, di lingkar selatan Rabinza, tepatnya di sepanjang dinding pagar pemisah jalur stasiun Kereta Api (KA) Rangkasbitung, Sabtu (9/3/19).

Gelaran mural Fest yang mengangkat tema “Sawarga Boga Gaya, Sawarga Boga Karya” ini murni swadaya warga setempat tanpa meminta dana atau biaya dari pihak manapun.

Mural fest pertama kali digelar di Rangkasbitung ini diikuti oleh puluhan peserta berasal dari berbagai daerah yang ada di Banten, namun sebagian peserta dipenuhi oleh para seniman lukis lokal yang ada di Kota Rangkasbitung.

Bambang Iman Sofyan, merupakan penggagas kegiatan ini mengatakan, festival mural ini dilakukan guna mempercantik dan menata kondisi wilayah yang ada disekitar wilayah RT 01/15 agar jauh lebih indah, selain itu guna mendukung program Bupati Lebak tentang pariwisata.

Kedepannya, jelas Bambang yang lebih akrab dipanggil Bambang Papua ini, setelah acara tersebut selesai, dirinya hendak menambahkan taman yang diperuntukan bagi warga sekitar, agar ketika nanti para pengunjung yang datang dapat menikmati suasana yang lebih indah dan lebih kekinian.

“Jika bukan kita, lalu mau siapa lagi yang memperbaiki dan mengelola wilayah sendiri hingga menjadi seindah mungkin. Kalau menurut istilah anak muda sekarang mah instagramable,” ungkapnya.

Dikatakan Bambang, pada gelaran Mural Fest pihaknya menyediakan thropy dan juga uang pembinaan bagi para pemenang juara ke 1, 2 dan ke 3.

“Juara kesatu kita kasih thropy dan uang pembinaan sebesar Rp1,5 juta, untuk juara kedua thropy dan uang pembinaan sebesar Rp1 juta. Sementara bagi juara ketiga sebesar Rp500 ribu,” pungkasnya.

Sementara itu, Panitia Penyelenggara, Zulkifli menambahkan, setelah selesai mural fest ini dirinya beserta penggagas (Bambang-red) di lokasi ini juga akan ditanami pepohonan bahkan akan di pasang wifi gratis untuk menarik wisata lokal khususnya di Rangkasbitung.

“Semua ini dilakukan demi kepuasan, kenyamanan bagi semua warga dan pengunjung yang datang kelokasi ini,” imbuhnya.

Ditempat yang sama, Camat Kecamatan Rangkasbitung, Yadi Basari Gunawan, saat hadir pada mural fest ini, dirinya sangat mengapresiasi kegiatan mural fest yang digagas oleh warga setempat untuk keindahan kota dan mengangkat wisata lokal di Rangkasbitung.

Menurutnya, kegiatan ini merupakan kreatifitas warga yang patut dijadikan contoh bagi warga masyarakat lain yang ada di wilayah Rangkasbitung. Selain merupakan kegiatan positif, hal ini juga dilakukan secara swadaya oleh warga.

“Saya kagum dengan ide kreatifitas warga seperti ini. Karena kegiatan ini dapat menunjang misi bupati lebak yang mengangkat objek wisata lokal. Kedepannya, area ini akan saya referensikan kepada bupati sebagai area wisata kota nantinya,” katanya.

Untuk diketahui, Mural adalah cara menggambar atau melukis di atas media dinding, tembok, atau permukaan luas yang bersifat permanen lama. (bud/yaris)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

6 − one =