Jalan Berlumpur dan Licin di Kawasan Proyek CMR Dikeluhkan

LEBAK – Kondisi jalan berlumpur dan licin membuat pengguna jalan di Kecamatan Maja harus ekstra hati-hati, tepatnya di Jalan Kopi Sangiang, Kampung Agrindo, Desa Pasirkembang, Kecamatan Maja, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten.

Pasalnya, ruas jalan Kopi Sangiang ini dalam kondisi berlumpur dan licin akibat limbah dari proyek catenpile Kawasan perumahan Citra Maja Raya (CMR), yang belum selesai pembangunannya.

Kondisi jalan tersebut banyak dikeluhkan pengguna jalan yang beraktivitas kerja, sekolah dan aktivitas lainnya.

Ali (40) salah satu warga Desa Pasirkembang mengaku khawatir jika berkendara melintas dijalur itu karena kondisi jalannya berlumpur dan licin.

“Kondisi jalan rusak, selain berlumpur dan genangi air serta menjadi licin bukan hanya mengancam terhadap para pengendara roda dua saja, termasuk kendaraan roda empat juga sering terperosok,” keluh Ali kepada Juara Media, Senin (18/2/2019).

Menurutnya, kondisi seperti ini diduga akibat timbunan tanah limbah dari proyek catenpile kawasan perumahan CMR yang mengakibatkan jalan belumpur dan licin.

“Kami khawatir, hal ini akan sangat membahayakan terhadap para pengguna jalan,” ujarnya.

Sementara itu, Camat Kecamatan Maja H Abdul Rohim mengatakan, pihaknya meminta terhadap perusahaan, dalam hal ini Citra Maja Raya (CMR-red) untuk segera menanggapi keluhan masyarakat dan pengguna jalan diakibatkan jalan tersebut berlumpur dan licin.

“Kami meminta pihak proyek memasang gorong-gorong dan menambah ketinggian badan jalan hingga merata dengan jalan yang sudah ada, serta memasang turap disepanjang bahu jalan itu,” harapnya.

Sehingga nantinya, terang Camat, pada saat musim hujan air tidak mengalir ke jalan yang mengkibatkan jalan rusak.

“Jalan kopi-sangiang merupakan jalan kabupaten, menghubungkan ke beberapa desa dan kecamatan yang setiap harinya kerap dilalui pengendara. Akibat kondisi jalan rusak mengkibatkan akitivitas masyarakat terhambat,” tuturnya.

Pihaknya mengakui, memang sampai saat ini toleransi dari pihak perusahaan untuk kepentingan masyarakat,  baik itu untuk sarana infrastruktur maupun yang lainya itu ada. Ia juga mengucapkan terimakasih terhadap pihak perusahaan.

“Namun, alangkah baiknya, kondisi jalan yang saat ini rusak dan dikeluhkan warga masyarakat untuk segera dibangun kembali. Karena apabila jalan itu bagus manfaatnya bukan hanya untuk kelancaran warga masyarakat, namun termasuk untuk kelancaran kepentingan perusahaan juga,” katanya. (bud/yaris)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

17 − six =