Longsornya Oprit Jembatan Leuwijaksi , Kadis PUPR  Lebak Mengaku Keberatan Disebut Ambrol

LEBAK- Kadis PUPR  Lebak Wawan Kuswanto mengaku keberatan dengan sebutan ambrol,, terkait ambrolnya  oprit jembatan Leuwijaski, Desa Margatirta, Kecamatan Cikulur yang menghubungkan dengan Kampung Naklak, Desa Muara Desa, Kecamatan Cikulur, Kabupaten setempat.

”  Itu namanya bukan ambrol, tapi bagian oprit nya longsor atau tanahnya  bergeser. Karena jembatannya masih utuh” Kilah Wawan Kuswanto, Kamis (3/1/2019).

Jika media menyebutkan jembatan tersebut ambrol, pihaknya kata Wawan bisa menununtut. Kenapa demikian.,sambung Wawan karena jembatannya masih utuh. Karena yang bergeser atua longsor bagian oprit atau penghubung jembatan dengan jalan.

” Sekali lagi saya tegaskan itu namanya bukan ambrol” katanya.

Sekedar diketahui, Jembatan Leuwijaksi, Kecamatan Cimarga ambrol. Rabu (25/12/2018)  lalu . Jembatan ini merupakan akses jalan yang menghubungkan dua  Kecamatan yakni  Leuwisimbut, Kecamatan Cikulur dengan kampung Leuwijaksi, Kecamatan Cimarga,Kabue Lebak, Banten.  Bahkan Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Lebak, Khoirul Umam juga  meminta agar dilakukan audit investigasi terkait longsornya oprit jembatan yang menghubungkan Kecamatan Cimarga dan Cikulur, Rabu (26/12/2018).

Informasi diperoleh  , jembatan yang baru sekitar satu tahun selesai dibangun dan memiliki panjang 50 meter tersebut ambrol sekitar pukul 05.00 WIB akibat intensitas hujan yang tinggi dan menyebabkan satu unit mobil carry hitam yang tidak diketahui pemiliknya ikut terperosok.

“Turunkan tim audit investigasi untuk mengetahui apakah longsornya (oprit) jembatan itu memang karena curah hujan atau karena kelalaian pihak ketiga,” kata Khoirul Umam, di Rangkasbitung, Kamis (27/12).

Sementara itu menanggapi hal tersebut Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya memastikan kerusakan jembatan akan diperbaiki. Namun saat ini instansi terkait tengah melakukan analisa terlebih dahulu.

“Terkait dengan akses jalan yang rusak pasti akan diperbaiki, Insha Allah akan kita alokasikan melalui BTT,” Ujar  Iti kepada awak media, Kamis, (27 /12)

Kata Iti, kerusakan akses jalan menuju jembatan diakibatkan hujan yang terus menerus sejak 2 hari yang lalu, Ketinggian air sungai Ciujung pun sudah mulai meningkat.

Untuk sementara, sambung Iti masyarakat sekitar bisa menggunakan jembatan sebelumnya. Pasalnya perbaikan memerlukan waktu dan tidak sembarangan.

“Saya himbau kepada seluruh warga khususnya yang tinggal bantaran sungai agar Hati-hati dan waspada terhadap luapan air sungai dikarenakan saat ini sudah memasuki musim penghujan,”imbuhnya. (ujd /ade /yaris) )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

14 − 5 =