HUT Lebak 190, Pemkab Lebak Genjot Ekonomi Masyarakat Melalui Pariwisata

Lebak– Guna memperingati Hari Ulang Tahun Kabupaten Lebak ke 190 berbagai kegiatan diselenggarakan pemerintah daerah dimana salah satunya Festival budaya.

Hal ini dilakukan lantaran secara estetika festlval budaya dan seni tradisi dalam bentuk sajian/tampilan seni musnk, tarian dan fashion, ini akan berdampak terhadap daya tarik sebagai salah satu usaha untuk mendukung kepentingan promosi pariwisata.

Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya menilai budaya  menjadi media diplomasi yang efektif menyusul kebudayaan bersifat universal karena unsur-unsurnya terdapat dalam semua kehidupan manusia yang sering disebut sebagai peradaban.

“Kita komitmen untuk mendorong sektor pariwisata agar ada peningkatan taraf perkenomian masyarakat,”kata Iti di Rangkasbitung, Senin 3 Desember 2018.

Iti mengaku momentum perayaan HUT Kabupaten Lebak ke 190 ini akan menjadi tanggung jawab pemerintah daerah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, meningkatkan perekonomian masyarakat lantaran mengusung tagline “Visit Lebak”.

“Kita fokus tata wisata agar menarik wisatawan berdatangan, dan tumbuhnya ekonomi masyarakat disekitar tempat wisata,”ucapnya.

Lebih jauh Iti menjelaskan diusia yang tidak lagi muda, Kabupaten Lebak telah mengalami perubahan yang signifikan dari berbagai sektor, seperti bagian selatan Kabupaten Lebak dimana sebelumnya masyarakat hanya dapat menikmati panorama pantai alakadarnya kini telah ditunjang fasilitas yang memadai termasuk kehadiran pabrik semen yang cukup besar menambah panorama keindahan wisata pantai selatan.

Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya akan mendongkrak ekonomi masyarakat melalui sektor pariwisata

Bagian Kabupaten Lebak lainnya juga mengalami perubahan lantaran adanya pembangunan perumahan Maia diatas hamparan tanah seluas 2600 Ha, belum lagi pembangunan Waduk Karian yang akan menjadi waduk terbesar ke 3 di Inondonesia.

“Kehadiran semua itu melahirkan perubahan,  budaya dan identitas baru,”ujarnya.

Iti mengklaim percepatan pengembangan destinasi wisata Kabupaten Lebak akan semakin menggeliat dengan fokus pada wisata budaya dan wisata Bahari melalui tiga lini atau 3A (Atraksi, Akses dan Amenitas) yang merupakan strategi kementrian pariwisata dalam menggenjot kunjungan wisatawan ke Indonesia.

“Ini menjadi pantauan khusus bagi pemerintah, karena kami berharap penyelanggaraan kepariwisataam diharapkan dapat menjadi pemantik bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat,”tukasnya.

Seluruhnya, sambung Iti diawali dengan inisiatif Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lebak di tahun 2016 telah menyusun dua perda di’antaranya : 1. Perda nomor 1 tahun 2016 tentang Rencana Induk Pengembangan Kepariwisataan Daerah (RIPPDA); 2. Perda nomor 2 tahun 2016 tentang Penyelenggaraan Kepariwisataan.

Berdasarkan pada dua Perda dimaksud Dinas Pariwisata Kabupaten Lebak pada tahun 2016 telah menyelesaikan dokumen Detail Engenering Design (DED) sebagai acuantekhnispelaksanaan pembangunan pada Objek Daya Tarik Wisata [ODTW) diwilayah Kabupaten Lebak khususnya Pantai Sawarna dan sekitarnya serta Baduy dan sekitarnya.

Soal Atraksi, Pemerintah Kabupaten Lebak sedang melakukan berbagai persiapan event baik yang bersifat mingguan (Musik Malam Mingguan Bersama Komunitas) yang sudah berjalan dari tahun 2015  hingga saat ini pada setiap malam minggunya sampai event tahunan seperti Seba Baduy, festival Baduy (yang telah berhasil dilaksanakan pada tahun 2016) dan Sawama Kebo Festival yang dilaksanakan pada tahun 2017.

“Kalau dari aspek Amenitas, saat ini Kabupaten Lebak telah mempersiapkan rencana aksi dan bahkan sebagian telah terealisasi terkait fasilitas Dasar dan fasilitas Khusus,”pungkasnya. (JM/Raja)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

20 + thirteen =