RSUD dr. Adjidarmo Siapkan Ruangan Khusus Thalasemia

Lebak– Sesuai dengan instruksi wakil Bupati Lebak Ade Sumardi, RSUD Adjidarmo akan segera memfasilitasi para penderita Thalasemia dengan membangun ruang pojok khusus thalasemia.

Kasubag Humas RSUD Adjidarmo, Budi Kuswandi mengungkapkan, pihaknya telah memiliki wacana untuk membuka fasilitas khusus untuk penderita thalasemia.

“Ruang khusus sedang kami siapkan, sementara ini kita menggunakan klinik anak dan ruang inap anak. Tentunya, ruang tersebut telah memiliki fasilitas yang cukup memadai,” kata Budi saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (23/10).

Menurut Budi, dalam mewujudkan wacana tersebut pihak RSUD Adjidarmo membutuhkan dukungan dari Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Lebak dan seluruh pihak lainnya. Sehingga, RSUD Adjidarmo mampu melakukan peningkatan kualitas pelayanan khususnya pasien thalasemia.

“Masalah waktu kita tidak bisa menentukan, tapi kita sedang mengupayakan agar ada peningkatan pelayanan bagi penderita thalasemia khususnya anak-anak,” katanya.

Budi mengklaim RSUD Adjidarmo sendiri telah melakukan pemberian transfusi bagi para pasien thalasemia sebanyak dua minggu atau satu bulan sekali. Pemberian transfusi dan obat disesuaikan kadar hemoglobin dari si pasien sendiri. Hal tersebut dilakukan untuk menghindari adanya komplikasi, salah satu komplikasi yang disebabkan oleh tranfursi berlebih adalah pembekakan pada hati dan penyakit lainya.

“Para pasien thalasemia hanya bisa mendapatkan pengobatan berupa transfusi seumur hidup. Jadi jika sudah ada ruang khusus thalasemia, bagi pasien yang sudah terdaftar dapat langsung masuk untuk mendapatkan tranfursi atau donor darah, jika sudah didonorkan dari nilai hemoglobin sudah naik atau sudah normal, biasanya sidah bisa diijinkan pulang,” jelasnya.

Terpisah, Obing (40) warga Desa Cikulur, Kecamatan Cikulur, Kabupaten Lebak, yang merupakan orang tua dari sakah satu pasien thalasemia, mengatakan, anaknya yang masih duduk di bangku sekolah dasar (SD) sudah menjadi langganan RSUD Adjidarmo untuk melakukan tranfursi darah. Transfusi dilakukan anaknya sebanyak dua sampai tiga minggu sekali.

Adanya wacana ruang khusus thalasemia, Obing berharap RSUD Adjidarmo dapat terus meningkatkan pelayanan kesehatan, khususnya bagi para pasien tharesemia.

“Semoga dengan adanya ruang khusus, RSUD dapat lebih meningkatkan pelayanannya, dengan menciptakan suatu ruangan yang steril, dan tidak adanya alur yang berbelit lagi,” pungkasnya.¬†(Ade/Yat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

nine − four =