Kemenag Lebak Gelar Temu Pisah, Tohawi Puji Kepemimpinan Encep 

 

LEBAK – Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Lebak menggelar acara temu pisah dari Kepala Kemenag Lebak yang lama, Encep Safrudin Muhyi kepada Kepala Kemenag Lebak yang baru, H. Ahmad Tohawi.

“Acara temu pisah ini tindaklanjut dari rotasi jabatan 21 September 2018 lalu, tujuannya untuk mendo’akan kepala yang lama dan menyambut kepala yang baru,” kata Wahyudin, ketua Panitia Temu Pisah Kepala Kemenag Lebak, di gedung Bangkit Rangkasbitung, Kamis (11/10/2018).

Kepala Kemenag Lebak yang baru, H. Ahmad Tohawi mengatakan, moment hari ini merupakan hari yang sangat sedih penuh haru, namun walau bagaimanapun acara temu pisah harus diaksanakan.

“Moment ini penuh dengan kesedihan dan penuh haru,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, Tohawi menyampaikan rasa terima kasih kepada Kepala Kemenag Lebak yang lama, Encep Safrudin Muhyi yang kurang lebih 4 tahun mengabdi di Kemenag Lebak. Disamping itu, dirinya menilai Kemenag Lebak saat ini banyak sekali inovasi yang baru seperti Siskohat di Kecamatan Malingping dan mesin EDC disetiap Kantor Urusan Agama (KUA)

“Inovasi ini barangkali se Indonesia baru ada di Kabupaten Lebak, oleh karena itu apa yang telah dilakukan oleh orang tua kita harus lebih di tingkatkan sesuai dengan tema kali ini,” ujarnya.

Menurut Tohawi, pihaknya berjanji akan menyempurnakan program yang sudah ada dan mengkreasikan hal baru yang lebih baik, namun yang paling utama dirinya memohon doa dan bimbingan, arahan dan dorongan untuk melaksanakan program.

“Kesuksesan pemimpin adalah mau mendengar dan mau didengar,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Kemenag Lebak yang lama, Encep Safrudin Muhyi dalam sambutannya mengatakan rasa terimakasih atas partisipasi panitia dan keluarga besar Kemenag Lebak atas terselenggaranya pisah sambut.

“Terimakasih atas partisipasi panitia dan keluarga Kemenag Lebak. 4 tahun sudah di Kabupaten Lebak tidak terasa, ini belum seberapa masih banyak kekurangan inovasi. Saya bangga dengan Kabupaten Lebak,” ucapnya penuh nada haru. (ika/ris)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

18 − nine =