oleh

Pembangunan Madrasah Arrusdan Disoal 

Gedung Madrasah Arrusdan 

 

JUARAMEDIA.COM LEBAK – Pembangunan Madrasah Arrusdan di Kampung Panancangan, Desa Panancangan, Kecamatan Cibadak menuai kontroversi antara pemilik lahan dan pengelola yayasan.

Pasalnya, di awal komitmen pihak pengelola yayasan tengah menyebutkan jika aliran dana untuk pembangunan madrasah akan dibiayai oleh donatur. Kemudian, setelah mendapatkan restu secara lisan dari keluarga pemilik lahan, bangunan tersebut dikerjakannya oleh pihak pemerintah desa setempat. Bahkan, anggarannya di klaim dari dana desa.

“Saya merasa tidak dihargai oleh pengelola Yayasan Madrasah Arrusdan, Muhdi yang keluar dari komitmen,” kata Deni salah seorang keluarga dari pemilik lahan yang diminta untuk menghibahkan sebagian lahannya demi pembangunan Madrasah Arrusdan kepada wartawan, di Rangkasbitung, Selasa (24/2/2020).

Dijelaskan Deni, awal mula sebelum dibangunnya ruangan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) untuk Madrasah Arrusdan sebanyak dua lokal di atas lahan hibah milik keluarganya dengan luas 125 meter, tentu pihaknya menyebutkan jika Pak Muhdi (pengelola madrasah -red) menyampaikan bahwasannnya, akan ada donatur yang akan membiayai pembangunan untuk penambahan RKB.

“Karena Pak Muhdi datang secara baik-baik dan meminta sebagian lahan untuk keperluan orang banyak, tentu kami (pihak keluarga- red) menyetujui permintaan beliau,” terang Deni.

Namun, awal permintaan dan realisasi pembangunan tegas Deni, telah keluar dari komitmen yang disampaikan kepada pihak keluarga.

“Katanya pembangunan madrasah akan dibangun oleh donatur, namun kenyataannya dibangunnya oleh Pemerintah Desa Panancangan. Bahkan, anggarannya dibiayai oleh desa,” ungkapnya.

Dia berharap, pihak pengelola segera menjelaskan secara jujur dan detail untuk penyerapan anggaran pembangunan tersebut untuk perolehannya harus jelas asal usulnya.

Di hubungi melalui sambungan telepon, Pengelola Yayasan Madrasah Arrusdan, Muhdi mengaku jika pihaknya sudah lama berkoordinasi dengan pemilik lahan, yakni Bapak Rusdana yang saat ini tengah menjabat sebagai anggota DPRD Kabupaten Lebak.

“Saya sudah menyampaikan secara lisan kepada Pak Rusdana, jika sebagian lahannya akan diminta untuk penambahan bangunan RKB. Karena, keadaan tiga bangunan yang saat ini berdiri kondisinya mengancam keselamatan siswa,” imbuhnya.

Muhdi menjelaskan, jika pihaknya sudah menyampaikan secara lisan dihadapan tokoh masyarakat lainnya soal permintaan sebagian lahannya yang akan dibangun untuk keperluan penambahan RKB.

“Kalau menurut syariat Islam, kesepakatan yang disetujui secara lisan. Maka, lahan tersebut sudah dinyatakan sah untuk dihibahkan tanpa harus menggunakan surat resmi,” ungkapnya.

Disinggung soal pembangunan yang awalnya akan dibiayai dari donatur kemudian pada saat pelaksanaan di bangun oleh desa, pihaknya mengaku jika dirinya sebelum dilakukannya pembangunan sudah melakukan komunikasi dengan Kepala Desa Panancangan, Badri.

“Intinya, jika memang pemilik lahan keberatan. Silahkan ambil kembali tanah hibahnya,” tandas Muhdi.

Di tempat berbeda, Kepala Desa Panancangan, Badri menjelaskan jika dirinya membenarkan adanya pembangunan sebanyak dua lokal di atas lahan hibah milik warganya.

“Tetapi, saya tidak mengetahui awal mula permintaan sebagian lahan komunikasinya sepert apa,” kata Badri.

Badri menyebutkan, pembangunan yang menggunakan anggaran dana desa sekitar Rp153 juta, tentu dianggarkan atas dasar hasil musyawarah desa (musdes) yang disaksikan banyak pihak.

“Intinya, Pemdes Panancangan menggunakan anggaran sesuai dengan permintaan dari hasil musdes. Mengenai awal komunikasi dengan pemilik lahan, saya tidak mengetahui detailnya,” ujarnya.

Sementara, Rusdana pemilik lahan menyayangkan sikap pengelola (Muhdi) yang awalnya mengatakan jika pembangunan penambahan RKB akan dibiayai oleh donatur.

“Bagi saya lahannya tidak masalah, namun soal kejujuran harus di utamakan. Dalam waktu dekat kami akan mempertanyakan anggaran pembiayaan tersebut sebetulnya dari mana. Sebab, rumor yang beredar saat ini madrasah tersebut dimiliki oleh Pemdes Panancangan,” pungkasnya. (JM/Red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed