oleh

Bupati Bersama Petani Desa Geredug Panen Raya Padi

Bupati Bersama Petani Desa Geredug Panen Raya Padi

Penulis :Deni |Editor :Budy 

JUARAMEDIA.COM PANDEGLANG, – Bupati Pandeglang, Irna Narulita bersama para Kelompok tani dan masyarakat desa Geredug lakukan Panen raya padi tepatnya di Kampung Bojong Loa Desa Geredug Kecamatan Bojong, Kamis (20/02/20)

Panen raya yang dilakukan Bupati Irna Narulita bersama para kelompok tani Saluyu Raksa Tani dan masyarakat Desa Geredug mencapai lahan seluas 60 hektar.

Dalam kesempatan panen tersebut, Bupati Irna Narulita menyampaikan apresiasi kepada kelompok tani saluyu raksa tani yang notabene di dominasi para pemuda, yang mampu mengelola sektor pertanian dengan baik, sehingga dari kemauan dan kerja keras para pemuda ini bisa menghasilkan panen raya padi,

“Saya bangga kaum milenial bisa bertani, ini yang akan membawa kemajuan sektor pertanian di Kabupaten Pandeglang,” ungkap Irna.

Lebih lanjut Ia mengatakan Pemerintah akan terus berupaya untuk meningkatkan sektor pertanian dan kesejahteraan para petani, dalam gerakan percepatan olah tanam ini kita terus mensupport para petani, mulai dari pupuk, benih dan alat alat mesin pertanian, dan hasilnya sangat memuaskan kita bisa panen di lahan seluas 60 hektar ini,

Ia berharap dengan panen padi ini Kabupaten Pandeglang selalu menjadi daerah penyuplai kebutuhan padi jagung dan kedelai (pajale) di tingkat nasional maupun Provinsi Banten,

“Maka dari itu terus semangat para pahlawan panganku, setelah panen terus tanam lagi, karena keuntunganya berlipat ganda,dengan begitu kesejahteraan para petani meningkat,” ujarnya.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pandeglang Budi S Januardi mengatakan panen padi yang di lakukan di lokasi ini luasnya mencapai 60 hektar yang di kelola oleh kelompok tani (poktan) Saluyu Raksa Tani.

“Dengan pengelolaan dan penanganan secara keroyokan, karena di daerah ini terdapat 125 kelompok tani dan ini jumlah kelompok tani paling banyak,” katanya.

Ia menambahkan pola tanam yang dilakukan para petani di sini adalah gerakan percepatan olah tanam (GPOT).

“Dimana para petani di tengah-tengah musim kemarau melakukan penanaman dengan cara penyedotan sumber air dari sungai cikaduen dan alhamdulilah hasilnya bisa panen seperti ini,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Poktan Saluyu Raksa Tani Asep mengatakan hamparan lahan sawah yang saat ini akan dilakukan panen raya mencapai luas 60 hektar, dengan rata -rata hasil panen 8 ton per hektar, biasanya dalam setahun bisa panen 2 sampai 3 kali dalam setahun, alhamdulilah berkat di bantu mekanisasi oleh Dinas pertanian baik itu pompa, benih, pupuk dan lain sebagainya.

“Dengan adanya gerakan percepatan olah tanam masyarakat disini lebih semangat bertani dan hasilnya dapat di rasakan oleh kita semua,” kata Asep.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed