Peduli Santri Indonesia, ACT Banten Berikan Bantuan Beras

Foto : Pengasuh dan para santri Ponpes Al Falah, Cibangkur, Cikulur, Lebak, Banten

 

Reporter/Editor : Arya/Budi Harto

 

LEBAK – ACT Banten atau Lembaga kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT) cabang Banten memberikan bantuan beras kepada santri.

Bantuan tersebut merupakan realisasi program Beras Untuk Santri Indonesia (BERISI) di Banten.

Sasaran bantuan program BERISI tersebut yaitu, Pesantren-pesantren yang belum berdaya dan masih memiliki keterbatasan infrastruktur, kekurangan pangan, serta adanya santri Yatim Dhuafa yang sedang menempuh pendidikan di Pesantren tersebut.

Kepala Program ACT Banten, Sukma Jayalaksana mengungkapkan, bahwa distribusi Beras untuk Santri Indonesia yang dilaksanakan pada hari Rabu, 06 Nopember 2019 di Pondok Pesantren Al-Falah Kampung Cibangkur Lor Desa Sukadaya Kecanatan Cikulur Kabupaten Lebak dan merupakan kali ketiga setelah sebelumnya di Kota Serang dan Kabupaten Pandeglang.

“Ini tahap ketiga kami distribusi Beras ke Pesantren-pesantren di Banten, sebelumnya di pondok At Tauhidiyah di Kota Serang dan Bani Hamim di Kabupaten Pandeglang, pondok yang mendapatkan bantuan beras ini merupakan pondok yang membina Para santri Yatim dan sebagian berasal dari keluarga pra sejahtera,” ungkap sukma.

Kepala Cabang ACT Banten, Aat Soihat menambahkan sampai saat ini masih banyak pesantren yang belum berdaya di Banten. Melalui program ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan pangan para santri dan menginspirasi para Dermawan untuk lebih peduli terhadap santri di Indonesia.

“Program Berisi diharapkan menjadi inspirasi bagi umat Islam untuk mengambil peran dalam memberi solusi atas permasalahan ini. Terlebih, masih banyak pesantren-pesantren yang belum berdaya sehingga masih butuh bantuan, Khususnya dalam pemenuhan pangan dan kita pun tahu bahwa santri adalah calon-calon ulama sebagai pewaris ilmu para nabi,” jelasnya.

Sementara itu Pimpinan Pondok Pesantren Al Falah, Ustadz Shihabudin menyampaikan terimakasih kepada para Dermawan dan ACT, atas bantuan beras untuk santri-santri yang dibinanya, karena hal tersebut sangat membantu kebutuhan para santri dalam bidang bahan pangan.

“Di pesantren ini semua biaya pendidikan digratiskan, mengingat kebanyakan santri yatim, dhuafa dan berasal dari keluarga kurang mampu,” pasalnya.

Senada disampaikan Sumasna, jaro Pesantren Al falah, ia mengucapkan terima kasih kepada ACT yang telah Membantu Santri-santri di Ponpes Al falah, semoga ACT semakin terdepan dalam membantu umat dan santri di Indonesia.

“Kehadiran ACT ke Ponpes sangat membantu kami dalam hal Pangan, semoga kebaikan ACT dan Para Dermawan sebagai ladang amal ibadah,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *