oleh

Penambahan RKB Di SMKN 1 Warunggunung Diharapkan Dapat Rangsang Siswa Giat Belajar 

LEBAK – Kepala SMKN 1 Warunggunung, Wisnu Wijaya M.PD menyerahkan sepenuhnya pelaksanaan pembangunan untuk penambahan Ruang Kelas Baru (RKB) fisik kepada masyarakat setempat. Hal ini bertujuan, agar pembangunan tersebut dapat berdiri kuat dan sesuai yang diharapkan semua.

“Pembangunan RKB sebanyak empat lokal di SMKN 1 Warunggunung, sudah berjalan pada 18 Agustus 2019 beberapa pekan lalu. Adanya penambahan ruangan ini, tentu diharapkan dapat menjadi motivasi semangat siswa untuk meningkatkan mutu dan kualitas dunia pendidikan di kecamatan setempat,” kata Kepala SMKN 1 Warunggunung, Wisnu saat ditemui di lokasi pembangunan, di sekolah setempat, Selasa (10/9/2019).

Ia menjelaskan, bahwa pembangunan yang disalurkan oleh Pemerintah Provinsi, melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Banten, dari Dana Alokasi Khusus Fisik (DAK Fisik) Tahun 2019 dengan nilai sebesar Rp. 721.288.8.00, ditargetkan dapat berjalan sesuai ketentuan waktu sesuai pelaksanaan.

“Dengan ditambahkannya RKB sebanyak empat lokal, mampu meningkatkan semangat baik guru pendidik maupun siswa di sekolah ini,” ujarnya.

Selain itu, pihaknya mengungkapkan rasa terimakasihnya kepada pemerintah yang selama ini selalu mendukung dan memberikan tambahan fasilitas sarana dan prasarana terhadap sekolah ini.

“Pengerjaan pembangunan RKB diserahkan sepenuhnya kepada masyarakat yang tentunya berdomisili disini dan saya harap hasilnya kedepan, sesuai aturan dan bisa digunakan dengan waktu yang cukup lama,” ungkapnya.

Di tempat yang sama, Ahmad penyelenggara kegiatan pembangunan mengaku bahwa target pelaksanaan ini, tentu diupayakan tidak melebihi masa yang sudah ditentukan oleh pemerintah.

“Pengerjaannya selama 120 hari, sedangkan untuk menyesuaikan waktu pelaksanaan kami memperkerjakan sebanyak 20 orang yang dibagi dua tim,” kata Ahmad.

Menurutnya, untuk pekerja utama atau (Tukang) sebanyak 10 dengan upah per-hari senilai Rp120 ribu, Kemudian untuk pekerja pembantu tukang atau (Kernet) 10 orang diberikan upah sebesar Rp100 ribu.

“Saya upayakan pembangunan ini dapat berjalan lancar dan sesuai spesifikasi yang sudah ditentukan,” pungkasnya. (ika/yaris)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed